Tujuan pendidikan life skills bagi subjek didik

Tujuan pendidikan life skills bagi subjek didik

Pendidikan kecakapan hidup (life skills) sebenarnya bukan merupakan hal baru bagi pesantren, sebab sejak dahulu jenis pendidikan ini memang menjadi andalan bagi pesantren. Namun, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat pada era global ini, pendidikan kecakapan hidup yang dilaksanakan secara tradisional di lingkungan pesantren perlu mendapatkan sentuhan teoritis dan teknis, sehingga para alumni pesantren dalam era global ini mampu bersaing dengan para alumni lembaga pendidikan lainnya, dalam merebut lapangan pekerjaan yang semakin lama semakin ketat.

Secara umum dapat dikemukakan, tujuan dari penyelenggaraan kecakapan hidup (life skills) di lingkungan pesantren adalah untuk membantu peserta didik (para  santri), mengembangkan kemampuan berpikir, menghilangkan pola pikir/kebiasaan yang kurang tepat dan mengembangkan potensi diri agar dapat memecahkan problema kehidupan secara kontraktif, inovatif dan kreatif sehingga dapat menghadapi realitas kehidupan dengan bahagian baik secara lahiriyah maupun batiniah.[6]

Dirjen kelembagaan agama islam menjelaskan tujuan pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup secara umum bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik untuk menghadapi perannya dimasa datang. Sedangkan, secara khusus pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup, bertujuan untuk:

  1. Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga mereka cakap bekerja (cakap hidup) dan mampu memecahkan masalah hidup sehari-hari
  2. Merancang pendidikan dan pembelajaran agar fungsional bagi kehidupan peserta didik dalam menghadapi kehidupannya sekarang dan dimasa datang.
  3. Memberikan kesempatan pada lembaga pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel, sesuai dengan pendidikan berbasis luas, dan
  4. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di lingkungan lembaga pendidikan dan di masyarakat, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.[7]

Menyimak tujuan pendidikan yang berorientasi kecakapan hidup tersebut, secara tersirat menjelaskan kepada kita bahwa lembaga pendidikan diharuskan memberikan peluang yang luas dan besar kepada peserta didik untuk mendapatkan pendidikan tambahan yang berdimensi kecakapan kepada peserta didik. Pendidikan tambahan tersebut bukan berarti menambah jam pelajaran, tetapi memberikan materi-materi yang dapat menggugah peserta menggeluti sebuah keterampilan sehingga ia mampu memanfaatkan keterampilan tersebut untuk kepentingan masa depannya.’

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/