Totaliter

Totaliter

Sistem politik totaliter menekankan konsensus total di dalam masyarakatnya, dan untuk mencapai konsensus total dilakukan dengan indoktrinasi ideologi serta dengan pelaksanaan kekuasaan paksaan yang luas dan mendalam (Ramlan Surbakti, 1992).

Negara yang menganut sistem politik totaliter bisa berbentuk rezim otokrasi (pemerintahan oleh kelompok kecil) yang kadang disebut komunis dan rezim diktator (pemerintahan oleh satu orang) yang sering disebut dengan fasis. Contoh pemerintahan komunis adalah Republik Rakyat Cina, Vietnam, Korea Utara, Kuba, dan contoh pemerintahan diktator yaitu Uni Soviet pada masa Joseph Stalin, Jerman pada masa Adolf Hitler, Italia pada masa Mussolini.

  • Ciri-ciri

Menurut Surbakti (1992:225) ciri-ciri dari sistem politik Totaliter, yaitu:

  1. a)Kekuasaan tak terbatas,
  2. b)Tidak menerima adanya oposisi,
  3. c)Melakukan kontrol yang sangat ketat terhadap warga negaranya item ini menekankan consensus total di dalam masyarakatnya, dan untuk mencapainya dilakukan dengan indoktrinasi ideologi serta dengan pelaksanaan kekuasaan paksaan yang luas dan mendalam.
  4. d)Sistem Politik ini pada dasarnya di bedakan menjadi dua yaitu, Komunis dan Fasis.
  5. e)Komunisme merupakan pengaturan pemerintahan dan masyarakat secara totaliter dengan suatu kediktatoran yang mewakili kaum ploretar (pekerja). Komunisme mendasarkan diri pada ideologi komunisme yang dokttriner dan yang bersifat eskstslogis (masyarakat tanpa kelas, sama rata dan sama rasa).
  6. f)Fasisme merupakan pengaturan pemerintahan dan masyarakat secara totaliter dengan suatu kediktatoran tunggal yang sangat nasionalistik, rasionalistik. Militeristis dan imprealistis.
  7. Perdedaan Sistem Politik

Perbedaan Sistem Politik berdasarkan Kriteria yang membedakan ketiga sistem politik tersebut dari lima hal:

 

sumber :

https://9apps.id/