Titik Singgung Agama dan Sains

Titik Singgung Agama dan Sains

Dalam buku Intimations of Reality, Peacock mengambarkan sains dan agama sebagai suatu entitas yang memiliki persamaan dan perbedaan, dan relasi diantara keduanya terjadi hanya dalam tataran intelektual. Hal ini didasarkan pada sebuah keyakinan bahwa manusia pada saat ini sedang menjalani hidupnya dalam konteks lain. Artinya, segala pola pikir dan tingkah laku manusia dalam hidupnya telah dikuasi oleh cara pandang lain terhadap dunia.[12]

Kendatipun demikian, pergulatan antara agama dan sains telah mewarnai sejarah kehidupan manusia. Kasus eksekusi Gereja atas Galileo pada abad 19 dan perdebatan panjang antara pendukung teori revolosi dan teori penciptaan menjadi bukti nyata betapa konflik yang saling menegasikan telah mewarnai hubungan antara agama dan sains. Untuk menghindari konflik antara keduanya, banyak kalangan sejak tahun 1990-an telah mencari model hubungan yang paling sesuai. Gregory R. Peterson mencatat beberapa lembaga, penerbitan, seminar dan konferensi yang diidentifikasi sebagai upaya membangun model hubungan antara agama dan sains yang ideal dan ramai di pasaran, seperti tulisan Ian G. Barbour lewat karyanya, Religion in an Age of Science (1990), Nacey Murphy, Theology in the Age of Scientific Reasoning (1990), Philip Hefner, The Human Factor (1993), Arthur Peacock, Theology for a Scientific Age (1993), dan lainnya. Secara individu tokoh lain adalah John F. Hougt (professor teologi di universitas Georgetown) dan Willem B. Dress (professor di bidang filsafat sains dan teknologi dalam perspektif Protestan Liberal di Universitas Twente Belanda).

Semangat mengakurkan antara agama dan sains ini telah memunculkan jurnal baru Zygon yang telah banyak memuat artikel diseputar agama dan sains. Begitu pula di tahun 1998, The Center for Theology and The Natural Science menyelenggarakan seminar dengan tema “Science and The Spiritual Quest”, yang menghasilkan majalah Newsweek yang terkenal dengan sebutan “Science Finds God”. Begitu pula Kelampok Templeton Foundation dengan kekuatannya telah mampu menghimpun dana dalam jumlah besar untuk mensponsori berbagai seminar, penelitian dan penerbitan dalam bidang agama dan sains.

  1. Model-Model Hubungan antara Agama dan Sains

Sumber tulisan yang berusaha mendiskripsikan tipologi hubungan antara agama dan sains selain Barbour, Haught dan Dress, adalah tulisan Arthur Peacocke, The Science and Theology in 20 Century (1981), Ted Oeters, Theology and Natural Science (1992) dan Robert Russell, The Relevance of Tallish for the Theology and Science Dialogue (2001).

Model atau tipologi hubungan antara agama dan sains tersebut menurut Barbour adalah sebagai berikut:

sumber ;