TEORI ASAL USUL SISTEM TATA SURYA

TEORI ASAL USUL SISTEM TATA SURYA

TEORI ASAL USUL SISTEM TATA SURYA

TEORI ASAL USUL SISTEM TATA SURYA

Seperti yang dijelaskan diatas mengenai pengertian dari sistem tata surya, tata surya terdiri dari beberapa komponen yang membuatnya menjadi sistem yang berkesinambungan dengan matahari sebagai inti atau fokus dari komponen lain yang megorbitnya.

Namun, bagaimana tata surya itu dapat tercipta dan mampu menjadi sistem semenjak 4,5 milyar tahun yang lalu. Para ahli mempealajari asal usul tata surya dan menghasilkan beberapa pendapat, tentunya itu juga dari hasil penelitian dan pengujian dengan menghitung umur bebauan yang ada di angkasa dan bumi.

Menyusul hal itu, terdapat pula beberapa macam teori yang menjelaskan mengenai asal usul adanya  tata sistem tata surya menurut para ahli, berikut penjelasan singkat beberapa diantara banyak teori tersebut.

1. TEORI NEBULA

Teori Nebula disebut juga teori kabut, ini merupakan sebuah hipotesis mengenai asal usul tata surya yang pertama kali disampaikan oleh Emmanuel Swedenborg (1688-1772) pada 1775. Teori ini kemudian berkembang dan disempurnakan oleh  Immanuel Kant (1724-1804).

Teori serupa juga dikemukakan oleh Piere Marquis de Laplace pada 1796, sehingga terkenal dengan nama teori Nebula Kant-Laplace. Teori ini menjelaskan tentang tahap awal tata surya yang masih tersusun dari debu, es, gas dan kandungan hidrogen yang tinggi.

Semua itu dianggap kabut dan dinamakan nebula, nebula kemudian mengalami penyusutan karena gaya gravistasi, selama proses penyusutan itu berputar hingga akhirnya memanas dan menjadi bintang raksasa yang kita kenal dengan matahari.

2. TEORI PASANG SURUT ATAU TIDAL

Menurut teori ini ratusan juta tahun lalu terdpat sebuah bintang yang bergerak mendekati matahari dan kemudian hilang. Ketika kejadian tersebut, separuh bagian matahari tertarik dan lepas, bagian yang lepas itulah yang membentuk planet-planet.

Kejadian itu sama seperti pasang surut air laut yang ada di muka bumi yang diakibatkan oleh gaya gravitasi bulan. Namun, gaya gravitasi air laut ukurannya lebih kecil dibanding teori pasang surut tata surya. Hal itu tak terlepas dari kecilnya massa bulan serta jarak antara bumi dan bulan yang jauh.

3. TEORI PLANETESIMAL

Teori ini hampir sama dengan teori pasang surut, pertama kali dikemukakan oleh astronom bernama Forest R Moulton dan ahli kebumian, Thomas C Chamberlin. Planetesimal merupakan planet kecil yang mutari sebuah inti berbentuk gas atau planet yang berada di orbitnya di sekitar matahari.

Pada suatu waktu ada sebuah bintang yang melintas di kejauhan dari matahari, sehingga terjadi pasang naik antara bintang dan matahari. Pada saat itu bintang berada di jauh massa matahari jatuh ke permukaan matahari dan sebagian besar di sekitarnya.


Sumber: https://itsjustabitoffun.com/dragon-blaze-apk/