Syarat Upah & Akhir Ijarah

Syarat Upah & Akhir Ijarah

Syarat Upah & Akhir Ijarah

Syarat Upah & Akhir Ijarah
Syarat Upah & Akhir Ijarah

Syarat dalam “upah”

dalam sewa sama dengan syarat dalam “harga” dalam jual beli karena pada hakikatnya, upah sewa ini adalah harga dari manfaat yang dikuasai dengan akad sewa (ijarah). Syarat-syaratnya adalah:
a. Upah (harga yang dibayarkan) harus suci (bukan benda najis). Akad sewa (ijarah) tidak sah jika upah (bayaran)nya adalah anjing, babi dan khamar. Dalam hadist riwayat bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang jual beli khamar (arak), bangkai, babi, dan berhala”.
b. Upah harus dapat dimanfaatkan. Manfaat yang menjadi objek akad sewa-menyewa (ijarah) adalah harta yang bernilai. Oleh sebab itu, barang-barang tersebut tidak boleh ditukarkan dengan sesuatu yang tidak bernilai.
c. Upah harus dapat diserahkan. Tidak boleh mengupah dengan burung yang masih terbang di udara atau ikan yang masih di air.
d. Orang yang berakad hendaknya memiliki kuasa untuk menyerahkan upah itu, baik karena harta itu berupa hak milik maupun wakalah (harta yang dikuasakan).
e. Upah harus diketahui secara jelas oleh kedua belah pihak yang bertransaksi (sejak awal).
f. Para ulama Mazhab Hanafiah mensyaratkan bahwa upah tidak boleh berbentuk manfaat yang serupa dengan manfaat yang diakadkan. Misalnya menyewakan rumah untuk ditinggali dengan upah sewa yang sama, yaitu meninggali rumah penyewa.

Akhir Ijarah

Sebenarnya, tentang penghabisan ijarah telah disinggung pada pembahasan terdahulu. Namun demikian, akan dijelaskan kembali:
1. Menurut ulama Hanafiah, ijarah dipandang habis dengan meninggalnya salah seorang yang akad sedangkan ahli waris tidak memiliki hak untuk meneruskannya. Adapun menurut Jumhur ulama, ijarah itu tidak batal tetapi diwariskan.
2. Pembatalan akad
3. Terjadi kerusakan pada barang yang disewa. Akan tetapi, menurut ulama lainnya kerusakan pada barang sewaan tidak menyebabkan habisnya ijarah, akan tetapi diganti selagi masih dapat digant.
4. Habis waktu, kecuali kalau aja ujur.

Baca Juga: