Respons Manusia Terhadap Penyakit, Stadium Penyakit dan Adaptasi Terhadap Penyakit

Respons Manusia Terhadap Penyakit, Stadium Penyakit dan Adaptasi Terhadap Penyakit

Respons Manusia Terhadap Penyakit, Stadium Penyakit dan Adaptasi Terhadap Penyakit

Respons Manusia Terhadap Penyakit, Stadium Penyakit dan Adaptasi Terhadap Penyakit
Respons Manusia Terhadap Penyakit, Stadium Penyakit dan Adaptasi Terhadap Penyakit

Stadium Penyakit

Perubahan dari sehat ke sakit sangat kompleks dan merupakan pengalaman yang sangat individu. Dalam menghadapi situasi semacam itu tidak cukup hanya berusaha mempertahankan keseimbangan fisiologis tetapi perlu juga melakukan dua penyesuaian yang berikut :
  1. Memodifikasi citra tubuh, konsep diri, dan hubungan dengan orang lain dan pekerjaan.
  2. Penyesuaian kembali secara realitas terhadap keterbatasan yang ditentukan melalui kondisi.

Stadium Pertama

Perubahan dari sehat ke sakit biasanya beradal dengan berkembangnya gejala yang umumnya disertai rasa tidak nyaman, kehilangan kekuatan dan stamina, dan penurunan kemampuan untuk berfungsi. Beberapa gejala seperti sakit dada, indegesti, dan sakit kepala, meningkat frekuensi dan intensitasnya.
Bila gejala menetap, seseorang biasanya akan mencari pertolongan medis, meskipun ketakutan akibat menjalani pemeriksaan dan tes diagnostik dapat menyebabkan menghindari atau membatalkan atau melalaikan perjanjian.

Stadium Kedua

Pasien menyadari dan mengenali penyakitnya dan kebutuhan akan bantuan orang lain, terutama dari staf medis dan keperawatan. Dalam stadium ini, pasien akan disibukkan oleh diri mereka sendiri, gejala-gejala dan pengobatan mereka, ketergantungan yang meningkat diikuti dengan perhatian terhadap masalah somatis.
Reaksi yang sering terjadi terhadap ketergantungan meliputi kemarahan, rasa bersalah dan rasa berdosa yang dapat diekspresikan sebagai kritik terhadap perawatan yang diberikan dan kepada pemberiĀ  perawatan juga. Pendekatan perawatan yang paling membantu adalah memandang reaksi ini sebagai usaha pasien mengatasi situasi dan mendorong pengekspresian perasaan tanpa menghakimi, mengkaitkan dengan moral atau berdebat.

Stadium Ketiga

Periode penyembuhan atau pemulihan. Kesehatan dan kekuatan fisik telah kembali sebelum seseorang merasa atau berperilaku “sehat”. Seperti halnya jeda biasanya timbul pada stadium awal antara munculnya gejala fisik dan penerimaan emosi terhadap penyakit, jeda juga timbul saat penyembuhan. Menjadi sehat berarti melepaskan ketergantungan , posisi regresi dan kembali menerima tanggung jawab yang dewasa dan hubungan normal dengan orang lain. Orang dalam stadium ini dapat dibantu dengan bimbingan nasehat dan dorongan untuk maju.

Adaptasi Terhadap Penyakit

Bagaimana pasien dan keluarganya harus menyelesaikan masalah saat mereka atau yang mereka cintai sakit? tugas utama yang telah diitentifikasi Moos (1984) sebagai berikut:
  • Menghadapi pasien tidak nyaman, ketidakmampuan dan gejala penyakit atau cedera.
  • Mengatasi stress akibat pengobatan, prosedur dan kemungkinan hospitalisasi.
  • Mengenbangkan dan mempertahankan hubungan yang adekuat dengan pemberi perawatan yang dapat mencakup perawat, dokter, anggota keluarga dan petugas perawatan berwawasan lingkungan atau rumah.
  • Mempertahankan citra diri yang memuaskan dan memelihara perasaan mampu dan menguasai.
  • Menyeimbangkan gangguan perasaan yang timbul akibat penyakit dan perawatannya.
  • Memelihara hubungan dengan keluarga dan teman meskipun ada perubahan identitas peran.
  • Mempersiapkan ketidakpastian masa depan dimana kehilangan lebih jauh, kematian atau pemulihan merupakan kemungkinan.

Baca juga: