Program Ngabaso Latih Anak Mudah Bergaul

Program Ngabaso Latih Anak Mudah Bergaul

Program Ngabaso Latih Anak Mudah Bergaul

Program Ngabaso Latih Anak Mudah Bergaul
Program Ngabaso Latih Anak Mudah Bergaul

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi menerapkan Program Ngabring Bareng Ka Sakola

(Ngabaso) sejak Selasa (18/6). Program Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor itu wajib diterapkan di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta.

Kepala DPMPPA Kota Bogor, Artiana Yanar Anggraini, mengatakan, melalui Program Ngabaso, maka hak-hak anak bisa terpenuhi. Pertama, mereka bisa bersosialisasi dengan anak-anak lainnya dan lingkungan sekitar. Kedua, memberikan rasa aman, nyaman dari berangkat hingga pulang sekolah dan menjadikan anak sehat. “Jadi, salah satu terpenuhinya hak anak yaitu anak wajib dilindungi, bukan hanya pendidikannya tapi bagaimana kesehatan dan perlindungannya,” tuturnya saat ditemui di ruangannya, Rabu (19/6).

Untuk mendukung program ini, Artiana juga meminta orang tua ikut terlibat menyukseskannya

. Seperti saat peluncuran pertama Program Ngabaso di SD Negeri Sukasari, di mana orang tua antusias mendampingi. “Saya kira peran orang tua sangat penting untuk mendampingi anak dalam mewujudkan program ini,” tuturnya.

Ia meyakini program yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bukan hanya membangun karakter siswa, tapi juga membangun karakter semua dinas, bukan hanya DPMPPA atau Disdik. Sebab, tak hanya anak yang diminta berjalan kaki dan saling bergaul membangun pertemanan, tapi juga dinas terkait yang ikut membantu kondisi sepanjang jalan dari rumah ke sekolah. “Pendampingan bukan hanya dari orang tua, tapi juga masyarakat. Selain itu, mungkin dari unsur aparat, apakah itu Pol PP atau Dinas Perhubungan juga pihak sekolah,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Maman Suherman,

menyebutkan, Program Ngabaso Asik telah diterapkan di SDN Sukasari. SDN Sukasari dijadikan pilot project seperti di Bandung, Cirebon dan Bekasi. “Pemprov Jabar memilih dari setiap kota satu sekolah. Nah, untuk Kota Bogor SDN Sukasari sudah diterapkan sejak satu tahun lalu dan itu harus ditiru sekolah lain, bukan hanya negeri. Ke depan berlaku untuk semua jenjang,” tuturnya.

Program ini, sambung Maman, penuh dengan pembangunan karakter. Bukan hanya untuk siswa, tapi untuk semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mencontohkan bagaimana kepala OPD bisa berkoordinasi dengan baik. “Mereka harus saling berkoordinasi dalam Program Ngabaso Asik. Sebab, program ini berkaitan dengan visi Bogor dalam mewujudkan sekolah ramah anak, tentunya berkaitan pula dengan disdik. Makanya harus ada kolaborasi yang baik antar-OPD,” tandasnya.

 

Baca Juga :