Perpisahan SMPN 4 Diwarnai dengan Pelepasan Balon

Perpisahan SMPN 4 Diwarnai dengan Pelepasan Balon

Perpisahan SMPN 4 Diwarnai dengan Pelepasan Balon

Perpisahan SMPN 4 Diwarnai dengan Pelepasan Balon
Perpisahan SMPN 4 Diwarnai dengan Pelepasan Balon

Pada musim perpisahan disetiap sekolah di Payakumbuh diwarnai beragam hiburan

, seperti organ tunggal, nyanyi, tari, drama, teater, dan lain sebagainya. Selain penyerahan murid kepada orang tua, juga sangat menariknya lagi, ketika pelepasan siswa diiringi dengan pelepasan balon dan sepasang burung merpati.

Di SMPN 4 Payakumbuh, Senin (23/5), acara perpisahan dilaksanakan pihak sekolah sederhana dengan menampilkan beragam tarian, nyanyian solo, drama pentas, pelepasan siswa dengan melepas balon ke udara, bertanda siswa kelas III telah selesai menimba ilmu di sekolah tersebut.
 

Kepsek SMPN 4 Payakumbuh Defi Marlitra kepada wartawan disela-sela acara perpisahan, mengatakan,

pada tahun ajaran 2016 ini, siswa kelas 9 atau kelas III SMPN 4 Payakumbuh telah selesai mengikuti UN sebanyak 300, semoga seluruh siswa lulus 100 persen.
 
Kemudian, rangkaian acara perpisahan juga dibarengi dengan adanya salah seorang guru yang pensiun yakni ibu Warnita Is dan seorang guru bernama Olfia Dharma pindah tugas ke SMKN 4 Payakumbuh. “Semoga, Olfia Dharma di sekolah yang baru cepat menjadi kepala sekolah dan Ibu Warnita Is kami ucapkan terima kasih atas pengabdiannya, “ujar Defi Marlitra.
 
Dalam kegiatan perpisahan itu, juga dilaksanakan penyerahan kembali siswa kepada orang tua murid, dalam hal ini diwakili Dinda Denura diserahkan kepada orang tuanya Nur Akmal dan Abdi Hasmar Putra diserahkan kembali kepada ibunya bernama Marni. Pengembalian siswa kepada orang tua itu, secara keseluruhan diwakili wakil ketua komite Ibrahim
 

“Bagi kami atas nama sekolah, kami berharap dan yakin anak-anak kami yang lulus selalu menjaga nama baik sekolah

, bahkan menjadi siswa yang membanggakan sekolah. Satu harapan kami kepada eks siswa, agar selalu ingat orang tua dimana berada, karena sebentar lagi mereka (siswa.Red) akan menempuh jenjang pendidikan yang berbeda-beda, “sebut Kepsek It nama akrap Defi Marlitra.
 
Sedangkan menurut wakil ketua komite Ibrahim, usai menerima anak yang dikembalikan pihak sekolah kepada orang tua, mengucapkan terima kasih yangtak terhingga kepada pihak sekolah yang telah mendidik, membimbing, mengajar anak-anak dengan baik.
 
Selama 3 tahun diserahkan kepada sekolah, kini semuanya telah berhasil menjadi anak yang baik, sopan kepada orang rua dan seluruh majlis guru. Semoga, semuanya menjadi amal ibadah bagi guru. “Dan kami juga minta maaf jika prilaku anak-anak kami banyak membuat majlis guru jadi jengkel, “ujar Ibrahim