Peran Laba

 Peran Laba

Laba penting bagi perusahaan karena:

  1.  Laba sebagai sumber pembiayaan, seperti:
  2. Peningkatan kualitas
  3. SDM perluasan produk
  4. Perluasan pasar
  5. Pembiayaan lainnya
  6.  Laba sebagai ukuran pembayaran pajak
  7. Laba sebagai ukuran untuk membagi hasil usaha (deviden)
  8.  Laba merupakan cerminan kesehatan operasional perusahaan.
  9. Laba sebagai sumber pembiayaan kesejahteraan.
  10. Laba sebagai sumber pembiayaan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungannya.

Laba sering disimbolkan dengan  (baca: piyang merupakan singkatan dari kata profit. Sehingga rumusnya sering dituliskan sebagai berikut:

 TR – TC

Rumus tersebut jika dikaitkan dengan ekonomi manajerial, atau keputusan manajemen maka muncul pertanyaan-pertanyaan: bagaimana supaya laba meningkat? Kapan laba itu mencapai titik optimal? Berapa laba yang cocok untuk diambil?

Dari pertanyaan pertama dapat dijawab sebagai berikut:

 TR – TC

artinya, ada berbagai alternatif untuk meningkatkan laba, caranya adalah:

  1. TR ditingkatkan dan menjaga TC dalam kondisi tetap. Artinya hasil penjualan harus diperbanyak. Untuk meningkatkan hasil penjualan tersebut, maka dapat meningkatkan harga (P) atau meningkatkan kuantitas (Q) atau kedua-duanya. Komposisinya dapat menjadi P ditingkatkan sementara Q tetap, atau Q ditingkatkan sementara P tetap, atau baik Q ataupun P dua-duanya dinaikkan.
  2. TC diturunkan. Artinya, total pengeluaran diefisienkan yang dapat dilakukan dengan pengefektifan penggunaan sumber daya. Caranya:
    1. memanfaatkan sumber daya seefektif mungkin atau memaksimalisasi kapasitas. Ini terutama terkait dengan penggunaan biaya tetap (FC). Jika penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya (mis: mesin) sesuai dengan kapasitasnya maka akan efektif dan otomatis akan efisien. Jika penggunaan sumberdaya melebihi kapasitas atau lebih rendah dari kapasitas terpasang, maka akan menimbulkan ketidakefektifan dan ketidakefisienan yang tentunya berkorelasi positif dengan biaya. Pemakaian sumberdaya lebih kecil dari kapasitasnya akan menyebabkan idle capacity.  Pemakaian melebihi kapasitas akan menimbulkan biaya-biaya tambahan, biaya-biaya dampak, yang cenderung merugikan.
    2. Menekan biaya variabel, dengan cara menghitung dengan cermat marginal cost atas suatu produk yang dihasilkan. Marginal cost adalah biaya tambahan akibat menghasilkan satu tambahan produk lagi.

MC = P/Q

Untuk mencari marginal cost, maka terkait dengan perhitungan biaya secara keseluruhan, meliputi fixed cost (FC) dan variable cost (VC). Contoh perhitungannya sebagai berikut :

 

Sumber :

https://vhost.id/instagram-kini-kelompokkan-komentar-seperti-facebook/