Pengertian Ontologi, Sejarah, Pokok Pikiran dan Aliran

Definisi ontologi

pengertian-ontologi

Pengertian ontologi dengan etimologi atau istilah ontologi berasal dari bahasa yunani yaitu “Onta” atau “Onto” yang artinya menjadi sesuatu yang benar-benar ada dan yang keberadaannya benar, atau juga kenyataan yang nyata. Sedangkan “logos” sebagai sebuah kata berarti ilmu, ilmu yang mempelajari teori.

Sedangkan pengertian ontologi berarti dalam terminologi, sedangkan pengertian ontologi adalah bahwa ontologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang benar-benar ada dan benar. Teori tersebut membahas tentang kebenaran yang ada atau karakteristik (utama) yang esensial dari keberadaan.

Konvensi para ilmuwan tentang ontologi menjadi latar belakang teori mereka. Banyak dari pertanyaan ini muncul dan tidak semuanya dibahas. Namun, beberapa ciri penting ontologi yang dikembangkan dalam filsafat ilmiah diadaptasi oleh ilmu sosial.

Ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sesuatu yang ada dan tidak ada, atau dengan kata lain dapat dikatakan mempelajari tentang realitas.

Ontologi sejarah

Istilah ontologi pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada tahun 1936 untuk memberi nama pada alam metafisik. Kemudian Christian Wolf membagi metafisika menjadi dua (2) jenis dalam perkembangannya, yaitu metafisika umum dan metafisika khusus.

Metafisika umum tidak lebih dari istilah lain untuk ontologi. Sehingga dapat dikatakan bahwa metafisika atau ontologi merupakan salah satu cabang ilmu filsafat yang membahas tentang asas-asas yang mendasari atau yang terdalam dalam segala sesuatu yang ada.

Tokoh Yunani yang dikenal memiliki sudut pandang ontologis, seperti Thales, Plato dan Aristoteles. Pada zamannya, kebanyakan orang tidak membedakan antara penampilan dan kenyataan.

READ  Pengertian Black Hole, Sejarah, Teori, Ciri dan Jenis

Thales dikenal sebagai seorang filsuf yang pernah menyimpulkan bahwa air merupakan substansi terdalam yang menjadi asal muasal segala sesuatu. Yang lebih penting, bagaimanapun, adalah sikap bahwa sangat mungkin segala sesuatu berasal dari satu substansi (sehingga sesuatu tidak dapat dipandang sebagai keberadaan yang berdiri sendiri).

Menurut Soetriono, ontologi identik dengan metafisika, yaitu ilmu yang mempelajari filsafat dalam menentukan hakikat suatu benda dalam menentukan makna, struktur, dan prinsip benda tersebut. (Filsafat didefinisikan oleh Aristoteles pada abad ke-4 SM).

Pengertian ontologi menurut para ahli

Untuk lebih detail tentang pengertian ontologi ini, berikut penjelasan tentang pengertian dari ontologi tersebut, yang dikemukakan oleh beberapa ahli, diantaranya sebagai berikut:

1. Aristoteles

Menurut Aristoteles, pengertian ontologi ini adalah pembahasan tentang hal-hal yang ada ketika sesuatu ada (things existing as) yang berubah dalam kaitannya dengan objeknya.

2. Liang Gie

Menurut The Liang Gie, pengertian ontologi merupakan bagian dari falsafah dasar yang mengungkapkan makna suatu eksistensi yang pembahasannya terdiri dari:

  • Apakah itu berarti itu ada?
  • Kelas apa saja yang ada di sana?
  • Apakah hakikat realitas dan benda ada?

3. Encyclopedia Britannica

Menurut ontologi dalam Encyclopedia Britannica yang berbeda dengan Aristoteles menyatakan bahwa konsep ontologi adalah teori atau kajian tentang wujud atau eksistensi, misalnya ciri-ciri fundamental dari suatu realitas. Ontologi ekivalen metafisika, yaitu ilmu yang mempelajari filosofis dalam menentukan hakikat suatu objek dalam menentukan makna, struktur dan prinsip dari objek tersebut.

4. Bakhtiar

Menurut Bakhtiar, pengertian ontologi adalah ilmu yang membahas tentang alam yang ada sebagai realitas hakiki yang berbentuk fisik atau konkret, spiritual atau abstrak.

5. Soetriono

Menurut Soetriono, pengertian ontologi adalah asas penerapan batasan-batasan atau yang berkenaan dengan ruang lingkup suatu bentuk yang menjadi objek penyelidikan (objek ontologi atau objek pengetahuan formal), serta berkenaan dengan interpretasi terhadap realitas (metafisika). ) dari objek ontologi atau objek formal dan merupakan landasan ilmu yang berkaitan dengan apa yang dipelajari atau bahkan dibahas dalam suatu pengetahuan, dan biasanya berkaitan dengan ranah realitas dan eksistensi.

READ  Vektor: Pengertian, Gambar, Notasi, Macam, Sifat dan Nilai

6. Suriasumantri

Menurut Suriasumantri, ontologi ini membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, sejauh mana kita ingin mengetahui, atau dengan kata lain, evaluasi terhadap teori tentang wujud.

Pikiran utama atau aliran ontologi

Untuk memahami ontologi ini, pandangan dapat diungkapkan atas gagasan pokok ontologi. Pikiran utama atau aliran ontologi meliputi:

Monoisme

Istilah monisme berasal dari bahasa Yunani monos yang memiliki satu arti atau arti tersendiri. Ada beberapa definisi dari monisme Lorens, yaitu:

  • Teori bahwa segala sesuatu di alam semesta dapat dijelaskan dan juga dijelaskan dalam istilah aktivitas atau aktivitas suatu elemen dasar. Misalnya Allah.
  • Teori bahwa semua hal ini berasal dari satu sumber.
  • Percaya bahwa kenyataan adalah satu dan segalanya adalah ilusi.
  • Doktrin yang mengklaim bahwa doktrin sentral dari semua eksistensi adalah sebuah sumber.

dualisme

Istilah dualisme berasal dari bahasa Yunani, dualistik dan memiliki dua arti. Berbeda dengan monisme yang memandang hanya ada satu (1) substansi, dualisme ini berpandangan bahwa ada dua substansi dalam kehidupan ini. Dalam pembahasan filsuf Rene Descartes, wacana tentang konsep dualisme dipandang sempurna. Dalam dualisme yang berkaitan dengan manusia ini, Rene Descartes juga memandang manusia sebagai makhluk yang bersumber dari dua substansi, yaitu jiwa sebagai alat berpikir dan tubuh fisik dengan sifat fisik. Kedua zat ini saling eksklusif. Dalam pemikiran ini, dualisme Rene Descartes terdiri dari dua substansi terpisah. Namun, Rene Descartes juga meyakini bahwa selain dua (2) substansi tersebut, ada substansi lain yang bersifat absolut yaitu Tuhan.

kemajemukan

Istilah pluralisme berasal dari bahasa latin pluralist yang artinya jamak atau jamak. Ketika Empedocles berbicara tentang alam semesta, ia menemukan bahwa alam semesta yang kita lihat terdiri dari empat (4) unsur, yaitu bumi, udara, api, dan air. Sementara itu, Anaxagoras ingin mengembangkan teori ini lebih jauh. Setelah mempelajari dengan cermat, Anaxagoras sampai pada kesimpulan bahwa tidak hanya empat elemen ini yang membentuk alam semesta. Ada jutaan elemen dan bahkan zat yang tak terhitung banyaknya untuk Anaxagoras.

READ  10 Soal "Expressing Admiration" Untuk SMP Kelas 9

nihilisme

Istilah nihilisme berasal dari bahasa Latin dan secara harfiah berarti tidak ada atau tidak sama sekali. Secara umum, nihilisme ini berarti pandangan bahwa keberadaan dan kehidupan di dunia ini tidak bermakna dan tidak berguna.

Agnotisme

Istilah agnostisisme berasal dari bahasa Yunani dan terdiri dari dua (2) kata, yaitu a yang artinya “tidak”, “tidak”, dan gnostikos yang artinya “seseorang yang tahu atau juga tahu”. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa agnostisisme terbagi menjadi dua (2) wacana, diantaranya: Pertama, pemahaman, yang berkaitan dengan wacana ketuhanan. Sekolah ini mengklaim bahwa manusia tidak pernah bisa mengetahui keberadaan Tuhan. Kedua, mustahil pula bagi manusia untuk mengetahui apa yang ada di balik realitas.

materialisme

Aliran ini memandang bahwa apa yang “ada” sebenarnya adalah materi (material) atau kenyataan yang dapat dijelaskan secara material.

Keberadaan Tuhan (mistisisme)

Salah satu realitas dasar yang dibahas dalam ilmu kebatinan adalah keberadaan Tuhan yang merupakan realitas tertinggi dan sumber keberadaan segala sesuatu.

Demikian penjelasan pengertian ontologi, sejarah, gagasan pokok dan mazhab menurut para ahli. Semoga apa yang telah dijelaskan di atas tentang ontologi semoga bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Sumber :