Pengaruh Anak Jalanan Dalam Bermasyarakat

Pengaruh Anak Jalanan Dalam Bermasyarakat

Pengaruh Anak Jalanan Dalam Bermasyarakat

Pengaruh Anak Jalanan Dalam Bermasyarakat
Pengaruh Anak Jalanan Dalam Bermasyarakat

Indonesia memiliki beragam masalah

Yang terlihat dengan jelas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Masalah tersebut di antaranya adalah masalah sosial, budaya, politik, dan beragam masalah lainnya yang tak kunjung menemukan penyelesaian.

Masalah yang cukup mencolok dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah sosial terutama di daerah perkotaan yang kehidupannya dapat dikatakan keras. Salah satu fenomena sosial di perkotaan yang belakangan ini semakin nyata adalah masalah anak jalanan. Anak jalanan belakangan ini menjadi suatu masalah sosial yang sangat penting dalam kehidupan perkotaan. Kehadiran mereka seringkali dianggap sebagai cermin kemiskinan suatu kota atau kegagalan adaptasi kelompok orang tersebut terhadap kehidupan dinamis perkotaan.

 

Anak-anak  yang menjadi anak jalanan

Memiliki berbagai sebab. Bukan hanya faktor kemiskinan sebagai penyebab utamanya, melainkan juga eksploitasi, manipulasi, dan pengaruh lingkungan pergaulan anak tersebut.

Anak jalanan atau biasa disingkat anjal adalah potret kehidupan anak-anak yang kesehariannya berada di jalan dan dapat dengan mudah kita jumpai keberadaannya di setiap penjuru kota. Dampak dari kemiskinan yang mereka alami salah satunya adalah kurangnya pendidikan. Usia mereka yang relatif masih muda dan seharusnya masih dalam tahap belajar serta merasakan sebuah pendidikan selayaknya tidak hidup sebagai anak jalanan. Berdasarkan masalah tersebut, penulis akan mengemas makalah ini dengan judul Pengaruh Keberadaan Anak Jalanan dalam Lingkungan Bermasyarakatsebagai upaya untuk mengatasi masalah keberadaan anak jalan di lingkungan masyarakat.

Anak adalah karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bagi kemajuan suatu bangsa. Hak asasi anak dilindungi di dalam Pasal 28 (B) (2) UUD 1945 yang berbunyi setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

 

Berikut ini adalah pengertian dan definisi anak:

Definisi anak menurut UU Kesejahteraan, Perlindungan, dan Pengadilan anak

Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalma kandungan

Pengertian anak menurut UU RI No. 4 tahun 1979:

Anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan belum pernah menikah. Batas 21 tahun ditentukan karena berdasarkan pertimbangan usaha kesejahteraan sosial, kematangan pribadi, dan Anak kematangan mental seorang anak dicapai pada usia tersebut.

 

Lingkungan sosial

Ada dua istilah yang sangat erat kaitannya, tetapi berbeda secara gradual ialah “alam sekitar” dan “lingkungan”.  Alam sekitar mencakup segala hal yang ada di sekitar kita, baik yang jauh maupun yang dekat letaknya, baik dari masa silam maupun yang akan datang tidak terikat pada dimensi waktu dan tempat. Lingkungan  adalah sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna dan/atau pengaruh tertentu kepada individu

Lingkungan ini mengitari sejak manusia dilahirkan sampai dengan meninggalnya.  Antara  lingkungan dengan manusia ada pengaruh yang timbal balik. Artinya, lingkungan memengaruhi manusia dan sebaliknya manusia juga memengaruhi lingkungan sekitarnya.

Selain itu, istilah masyarakat dalam istilah bahasa Inggris disebut society, dalam bahasa Arab disebut musyarakah artinya bersama-sama kemudian berubah menjadi masyarakat, yang artinya berkumpul bersama, hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling memengaruhi. Istilah sosiologinya disebut berinteraksi.

Jadi, lingkungan masyarakat adalah tempat terjadinya sebuah interaksi suatu sistem dalam menghasilkan sebuah kebudayaan yang terikat oleh norma-norma dan adat istiadat yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama.

Baca Juga :