Penalaran Deduktif dan Induktif

Penalaran Deduktif dan Induktif

Penalaran Deduktif dan Induktif

Penalaran Deduktif dan Induktif
Penalaran Deduktif dan Induktif

Penalaran deduktif adalah

Penalaran untuk menarik kesimpulan yang bersifat individual/khusus dari suatu prinsip atau sikap yang berlaku umum. Penalaran itu mencakup bentuk silogisme, yaitu bentuk penalaran deduktif formal untuk menarik kesimpulan dari premis mayor dan premis minor. Kesimpulan di dalam silogisme selalu harus lebih khusus dari premis-premisnya. Bentuk penalaran deduktif lainnya adalah entimen, yaitu bentuk silogisme yang dihilangkan salah satu premisnya. Di dalam kehidupan sehari-hari, bentuk inilah yang lebih banyak digunakan.

 

Contoh:

Semua jenis transportasi menjelang Lebaran padat penumpang. Kereta api di stasiun diserbu penumpang. Mereka ada yang tidak mendapatkan tiket sehingga harus menunggu dan tidur di stasiun dengan harapan bisa terangkut keesokan harinya. Begitu pula di terminal bus, terlihat penumpak berdesakan naik kendaraan. Bahkan, mereka ada yang masuk melalui jendela bus tanpa menghiraukan keselamatan dirinya. Hal yang sama pun terlihat pula di pelabuhan udara dan kapal laut.

 

Penalaran induktif merupakan

proses penalaran untuk menarik suatu prinsip/sikap yang berlaku umum atau suatu kesimpulan yang bersifat khsusus berdasarkan atas fakta-fakta khusus. Penalaran induktif mungkin merupakan generalisasi, analogi atau hubungan kasual. Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian gejala serupa itu. Di dalam analogi, inferensi tentang kebenaran suatu gejala khusus yang bersamaan. Hubungan kasual adalah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab-akibat, akibat-sebab, atau akibat-akibat. 2

Contoh: Di Jalan Mangga Dua, Jakarta Utara

selain sudah ada Pasar Pagi Mangga Dua, ITC Mangga Dua dan Mal Mangga Dua, kini sedang dibangun pusat perbelanjaan mewah dan lenkap, WTC Mangga Dua, ITC Mangga Dua Square, Harco Mangga Dua. Begitupun di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, selain Mal Kelapa Gading yang sudah berdiri, kini dibangun Gading Trade Center, Kelapa Gading Trade Center, Mal Kelapa Gading Tahap III, dan yang terbesar Artha Gading. Di sekitar Senayan, selain Plaza Senayan yang sudah berdiri, kini dibangun Sport dan Trade Center Senayan yang terdiri dari 10 lantai, serta ITC Permata Hijau di Jakarta. Di Jakarta sedang dibangun sepuluh pusat perbelanjaan baru.

1Prof. Dr. Henry Guntur Taringan, Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa  (Bandung: Angkasa, 1986), hlm. 108.

Sumber : https://pendidikan.co.id/