Patofisiologi

Patofisiologi

Ulkus peptikum timbul akibat gangguan keseimbangan antara asam lambung pepsin dan daya tahan mukosa. peptic dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu tukak duodenum dan ulkus lambung.

  1. Tukak duodenum : umumnya terdapat hipersekresi asam lambung dan pepsin karena jumlah sel parietal lebih banyak. Tukak lambung : biasanya sekresi asam lambung normal atau hipokhlor-hidria, faktor utama turunnya daya tahan mukosa.
  2. Ulkus peptikum terjadi pada mukosa gastroduodenal karena jaringan ini tidak dapat menahan kerja asam lambung pencernaan (asam hidrochlorida dan pepsin). Erosi yang terjadi berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan kerja asam peptin, atau berkenaan dengan penurunan pertahanan normal dari mukosa (Priyanto, 2008 ; 78).

Semua daerah yang secara normal terpapar oleh cairan lambung dan derajat perlindungan yang diberikan oleh sawar Semua daerah yang secara normal  terpapar oleh cairan lambung dipasok dengan baik oleh kelenjar mukus, antara lain kelenjar ulkus campuran pada esophagus bawah dan meliputi sel mukus penutup pada mukosa lambung: sel mukus pada leher kelenjar lambung; kelenjar pilorik profunda (menyekresi sebagian besar mukus): dan akhirnya kelenjar Brunner pada duodenum bagian atas yang menyekresi mukus yang sangat alkali.

Sebagian tambahan terhadap perlindungan mukus dari mukosa, duodenum dilindungi oleh sifat alkali dari sekresi usus halus, terutama adalah sekresi pancreas yang mengandung sebagian besar natrium bikarbonat, berfungsi menetralisir asam klorida cairan lambung sehingga menginaktifkan pepsin untuk mencegah pencernaan mukosa. Sebagai tambahan, ion-ion bikarbonat disediakan dalam jumlah besar oleh sekresi kelenjar Brunner yang terletak pada beberapa inci pertama dinding duodenum dan didalam empedu yang berasal dari hati.  Akhirnya, dua mekanisme  kontrol   umpan   balik  memastikan  bahwa  netralisasi  cairan

lambung ini sudah sempurna, meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Jika asam yang berlebihan memasuki duodenum, secara refleks mekanisme ini menghambat sekresi dan peristaltik lambung baik secara persarafan maupun secara hormonal sehingga menurunkan kecepatan pengosongan lambung.
  2. Adanya asam pada usus halus memicu pelepasan sekretin pada mukosa usus, kemudian melalui darah menuju pancreas untuk menimbulkan sekresi yang cepat dari cairan pancreas yang mengandung natrium bikarbonat berkonsentrasi tinggi  sehingga tersedia natrium bikarbonat untuk menetralisir asam. (Muttaqin, 2011 ; 407-408).

Tanda dan Gejala

  1. Nyeri abdomen seperti terbakar (dispepsia) sering terjadi di malam hari. Nyeri biasanya terletak di area tengah epigastrium dan sering bersifat ritmik.
  2. Nyeri yang terjadi ketika lambung kosong sering menjadi tanda ulkus duodenum, dan kondisi ini adalah yang paling sering terjadi.
  3. Nyeri yang terjadi segera setelah atau selama makan adalah ulkus gaster. Kadang, nyeri dapat menyebar ke punggung atau bahu.
  4. Nyeri sering hilang timbul, nyeri sering terjadi setiap hari selama beberapa minggu kemudian menghilang sampai periode perburukan selanjutnya.
  5. Peurunan berat badan juga biasanya menyertai ulkus gaster. Penambahan berat badan dapat terjadi bersamaan dengan ulkus duodenum akibat makan dapat meredakan rasa tidak nyaman. (Corwin, 2009 ; 605)

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/