Optimalisasi keterampilan tingkatkan kompetensi siswa

Optimalisasi keterampilan tingkatkan kompetensi siswa

Optimalisasi keterampilan tingkatkan kompetensi siswa

Optimalisasi keterampilan tingkatkan kompetensi siswa
Optimalisasi keterampilan tingkatkan kompetensi siswa

Meski pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

terus digenjot pada saat ini, persoalan fasilitas dan sarana pendidikan masih jadi kendala dalam pengembangan ketrampilan peserta didiknya. Bahkan di DIY, baru sekitar 20 persen dari total 203 SMK yang memiliki fasilitas dan sarana pendidikan yang memadai.

“Kalaupun punya fasilitas untuk praktik, kadangkala sudah kuno dan tidak layak pakai,” ujar Kepala Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) DIY Teguh Raharjo kepada wartawan di kantornya, Jumat (15/3/2013).

Persoalan tersebut, menurut Teguh sangat merugikan siswa SMK

. Sebab mereka tidak mendapatkan pendidikan keterampilan yang optimal saat lulus dan terjun ke dunia kerja.

Padahal, pemerintah terus mendorong pertumbuhan jumlah SMK di Indonesia dalam rangka meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan vokasional seperti SMK.

Tanpa diimbangi fasilitas dan sarana pendidikan yang memadai, maka bukan SDM profesional yang bisa diwujudkan dalam program itu namun justru jumlah pengangguran terdidik yang mucul.

Karenanya, BLPT DIY berupaya menggandeng Dinas Pendidikan

, Pemuda dan Olahraga (dikpora) DIY untuk mengoptimalisasi kompetensi siswa SMK di DIY. BLPT DIY memiliki fasilitas dan sarana pengembangan ketrampilan yang lengkap untuk dapat dimanfaatkan para siswa SMK.

“Kami tengah menjajaki kerjasama ini, ditargetkan tahun depan program kerjasama pelatihan bagi siswa SMK ini dapat dilaksanakan. Saat ini kami melakukan pemetaan SMK yang kekurangan fasilitas serta mensosialisasikan program ini ke sekolah-sekolah tersebut,” jelasnya.

Teguh menyebutkan, model pelatihan siswa SMK bisa dilakukan dalam dua model. Siswa bisa datang ke BLPT DIY untuk mengikuti pelatihan selama satu periode. Mereka disediakan tempat menginap, terutama bagi siswa SMK yang berasal sekolah pinggiran.

Selain itu, sekolah bisa mengundang mentor-mentor dari BLPT untuk melaksanakan pelatihan di sekolah. BLPT akan menyediakan fasilitas dan sarana yang dibutuhkan ke sekolah yang membutuhkan.

“Pembiayaannya nanti bisa sharing antara pemda di provinsi dan kabupaten/kota. Bisa saja dengan menggunakan BOS atau lainnya. Diharapkan program ini akan mendukung program DIY sebagai kota pendidikan terkemuka di Asia,” tandasnya.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/jelaskan-struktur-kulit/