Network Client and Server

Network Client and Server

Network Client and Server

Network Client and Server
Network Client and Server

Allah swt. akan menambah semangat hidup, semangat berusaha dan memperkenankan keluarga yang diridhoiNya untuk berbuat lebih banyak atas namaNya, meningkatkan ketakwaan dalam ikatan silaturahmi keluarga yang terpelihara oleh barakah kasih sayangNya, sesuai firman Allah dalam surat An Nisaa’ ayat 1:

“Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada TuhanMu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahmi keluarga. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Ajaran Islam mendorong dan menyukai perkawinan mengingat sedemikian banyak kebaikan yang bertalian dengan perkawinan, kebaikan dan kedewasaan bagi yang bersangkutan, tumbuhnya sikap saling melayani dalam silaturahmi sekaligus menciptakan unit organisasi masyarakat terkecil dan terpenting.

Terjalinnya persaudaraan antara keluarga suami dan keluarga isteri, dapat berarti terhubungnya dua keluarga yang sebelumnya mungkin tidak saling mengenal karena perbedaan tempat tinggal, perbedaan profesi dan kebiasaan ataupun budaya. Pada saat ini perjalanan jarak jauh, bahkan kunjungan kenegara lain sering dilakukan orang karena hubungan menantu dan mertua sedemikian akrab penuh persaudaraan malah sering dianggap sebagai anak sendiri yang membutuhkan kehadiran orang tuanya pada kejadian-kejadian tertentu seperti sakit, melahirkan dan sebagainya.

Bagi pemuda muslim atau muslimah memilih pasangan hidup harus berhati-hati, tidak terburu-buru karena terdorong penampilan yang bersifat lahiriah. Tingkah laku, materi pembicaraan, pendapat atau pandangan terhadap suatu masalah dan kegemaran (interest)akan menceriterakan sebagian besar kepribadian seseorang. Hal ini perlu dilanjutkan dengan melihat latar belakang keluarganya, apakah mempunyai ketaatan pada agama ataukah masih memerlukan banyak bimbingan dan pembinaan. Sikap hati-hati untuk mengetahui hubungan keluarga dan saudara diperlukan pula agar tidak terjadi ketidak-mengertian karena perpisahan yang lama, ‘chating’ atau berkirim email lewat internet, pertemuan di luar negeri, kurangnya silaturahmi dan sebab lain yang mengakibatkan dosa karena larangan mengawini wanita-wanita tertentu, sesuai firman Allah dalam surat An Nisa ayat 23 yang artinya:

“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu-ibu yang menyusukan kamu dan saudara-saudara perempuan sepersusun denganmu, ibu-ibu isterimu (mertuamu), anak-anak perempuan isterimu yang dalam pemeliharaanmu, dari isteri yang telah kamu gauli, tetapi jika kamu belum mencampurinya (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu mengawininya, dan (diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu) dan menghimpun (dikawin bersama ) dua perempuan bersaudara, kecuali yang pernah terjadi dimasa lalu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ”.

Dan yang terpenting adalah mohon petunjuk Allah swt. melalui shalat malam (sholatul lail) atau do’a dzikir sesudah shalat fardhu, apakah dia wanita yang halal untuk dinikahi, mampu diajak hidup susah bila kekurangan dan tahan godaan bila berkelebihan materi, serta bersedia bersama-sama membesarkan dan mendidik anak menjadi manusia shalih-shalihah.

Baca Juga :