Mengintip Mobil Listrik ‘Made In’ Banyuwangi

Mengintip Mobil Listrik ‘Made In’ Banyuwangi

Mengintip Mobil Listrik ‘Made In’ Banyuwangi

Mengintip Mobil Listrik ‘Made In’ Banyuwangi
Mengintip Mobil Listrik ‘Made In’ Banyuwangi

Gajah Oling KM 13 begitu mereka menamakan mobil listrik ciptaannya

. Yang memiliki arti, Gajah Oling diambil dari nama batik khas asli Kabupaten Banyuwangi, sedangkan KM13 diambil dari nama jalan kilometer di Politeknik Negeri Banyuwangi.

Lima bulan, ketekunan mereka diuji untuk merakit barang yang pernah dipelajarinya. Ya, mereka adalah sekumpulan mahasiswa teknik mesin di Politeknik Negeri (Poliwangi) Banyuwangi. Dengan teliti, mahasiswa mendesain, merangkai dan menggunakannya.

Berkat kerja keras serta bimbingan dosen yang selalu berada di sampingnya, mahasiswa ini sukses menciptakan mobil listrik pertamanya.

“Team yang membuat mobil listrik ada 20 mahasiswa, mereka mempunyai nama yakni Team Gada Poliwangi. Nama Gada itu sendiri mempunyai filosofi, diambil dari nama senjata yang dibawa oleh Minak Jinggo sebagai tokoh legendaris dari Bumi Blambangan atau sekarang disebut dengan Banyuwangi,” kata Ketua Tim Pembuatan Mobil Listrik, Muhammad Risky Azizi, Selasa (8/1/2019).

Selain itu, kata Risky, mobil itu dirancang khusus untuk lintasan balap

yang membuat beda dari mobil listrik yang lainnya. Dengan daya tahan charger 5-6 jam mobil listrik Gajah Oling ini mampu berjalan dengan kecepatan 50km/jam. “Ini menggunakan baterai aki 12 VA ada empat jadi ada 48 VA,” katanya.

Pembuatan mobil ini sebenarnya berawal dari keinginan mereka untuk ikut dalam lomba. Namun, tak disangka karya pertama putra Blambangan ini mampu menyabet gelar pertama di ajan KMLI Polban, Bandung 2018.

“Jadi, pada saat itu anak-anak mampu mendapat juara pertama untuk kategori efisiensi.

Mobil ini berhasil melahap 10 lap yang diujikan,” terang Dosen Pembimbing Pembuatan Mobil Listrik Poliwangi, Galang Sandi Prayogo.

Kini, mobil listrik Gajah Oling KM13 mampu meraih tempat di hati para mahasiswa. Tak hanya itu, produknya dapat menjadi icon baru kampus Politeknik Negeri Banyuwangi.

“Selain itu juga salah satu bentuk dukungan mahasiswa yang menjadi agen perubahan negeri untuk mendukung program pemerintah tentang pengembangan mobil listrik, dan membuat mahasiswa lebih mengekpresikan diri untuk mampu keluar mengahrumkan nama Poliwangi,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://situsiphone.com/