Koreksi Radiometrik

Koreksi Radiometrik

Koreksi RadiometrikKoreksi Radiometrik

Pengertian

Koreksi radiometrik merupakan pemrosesan gambar digital supaya nilai kecerahan menjadi meningkat (Aryastana et al., 2017). Penerapan koreksi radiometrik bertujuan untuk mengurangi pengaruh kesalahan atau ketidaktepatan nilai kecerahan gambar yang mampu membatasi kemampuan sesorang untuk menafsir secaara kuantitatif dan menganalisis citra (Stow, 2017).
Selain itu, koreksi radiometrik dapat dikatakan sebagai teknik perbaikan citra satelit untuk menghilangkan efek atmosferik dan membuatnya menjadi lebih tajam. Koreksi radiometrik dilakukan untuk memperbaiki nilai piksel supaya sesuai dengan yang sebenarnya dengan mempertimbangkan gangguan atmosfir sebagai faktor utama terdapatnya kesalahan. Pengaruh atmosfir pada saat perekaman efek nilai pantulan obyek di permukaan bumi yang terekam sensor berbeda dengan nilai sebenarnya (kecil ataupun besar). Hal tersebut diakibatkan oleh hamburan atau proses serapan. Beberapa metode untuk mengatasi efek atmosfir tersebut adalah dengan menggunakan metode pergesaran histogram, metode regresi dan kalibrasi bayangan (Danoedoro, 1996).
Pada proses perekaman, tenaga radiometrik yang digunakan megalami gangguan atmosfir ketika sampai pada sensor sehingga diperlukan adanya koreksi radiometrik. Hal ini disebabkan karena interaksi antara radiasi matahari dengan atmosfir bumi akan mengalami hamburan dan absorbsi. Absorbsi atmosfir oleh uap air dan gas-gas lain pada atmosfir cenderung berpengaruh pada panjang gelombang yang lebih besar dari 0,4-7 m. Efek dari hamburan dan penyerapan atmosfir akan mempengaruhi nilai kecerahan pada citra sehingga menjadi sumber kesalahan dan menurunkan kualitas dari data penginderaan jauh. Hal ini dapat terjadi pada saat membandingkan respon spectral dari suatu piksel dengan citra lain pada pada daerah yang sama. Berdasarkan hal tersebut dikembangkan dua teknik untuk mengatasinya yakni penyesuaian histogram serta penyesuaian regresi (Samsuri, 2004).
Koreksi radiometrik perlu dilakukan karena adanya distorsi radiometrik ketika proses perekaman. Gangguan tersebut terjadi pada sinyal pantulan objek saat melewati lapisan atmosfir, sehingga hambatan atmosfir tersebut perlu dihilangkan. Hasil dari koreksi radiometrik adalah adanya kualitas visual citra yang lebih baik dan nilai-nilai piksel yang mengalami distorsi terperbaiki pada saat proses perekaman data citra. Munculnya kesalahan geometrik disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kesalahan geometrik sensor dan bersifat sistematik, sedangkan faktor eksternal meliputi kesalahan bentuk dan karakter objek data (Pratiwi, 2014).