Kontrol Ektoparasit

Kontrol Ektoparasit

Ektoparasit adalah parasit yang hidupnya menumpang pada bagian luar atxau permukaan tubuh inangnya, seperti berbagai jenis serangga (lalat, dll) serta jenis akari (caplak, tungau dll). Keberadaan ektoparasit akan mengakibatkan ternak merasa tidak nyaman, sehingga nafsu makan ternak menurun dan akan berdampak pada kualitas produk ternak. oleh karena itu penyemprotan anti ektoparasit sangat penting dalam agenda pencegahan penyakit. Penyemprotan anti ektoparasit merupakan suatu tindakan pengendalian terhadap parasit-parasit dari luar tubuh yang dapat mengganggu kesehatan ternak.

Ektoparasit dapat menyebabkan stres pada pejantan, serta dapat bertindak sebagai vektor mekanik maupun biologis penyakit hewan.

Penyemprotan anti ektoparasit dilakukan secara rutin setiap sebulan sekali menggunakan sunschin dengan obat anti ektoparasit cyperkiller 25 WP (25% Cypermethrin dengan dosis 30 gr/50 liter air) dan disemprotkan ke bagian tubuh ternak, seperti bagian perut, pantat, kaki dan punggung. Penyemprotan anti ektoparasit dilakukan sebaiknya tidak mencemari pakan, tempat pakan, dan air minum. Cypermethrin adalah piretroid sintetis yang digunakan untuk keperluan rumah tangga. Ini berperan sebagai neurotoksin cepat bertindak pada serangga. Dalam hal ini mudah terdegradasi di tanah dan tanaman.

Anti ektoparasit lain yang digunakan untuk ternak adalah gusanex. Cara pemakaiannya yaitu dengan menyemprotkan gusanex pada bagian tubuh ternak yang mengalami luka. Tujuannya agar luka tersebut segera kering dan tidak dihinggapi oleh lalat yang selanjutnya akan menjadi tempat berkembangnya telur lalat dan ektoparasit lainnya.

  1. Biosecurity

Menurut Winkel (1997) biosekurity merupakan suatu sistem untuk mencegah penyakit baik klinis maupun subklinis, yang berarti sistem untuk mengoptimalkan produksi ternak secara keseluruhan, dan merupakan bagian untuk mensejahterakan hewan (animal welfare). Biosecurity adalah semua tindakan yang merupakan pertahanan pertama untuk pengendalian wabah dan dilakukan untuk mencegah semua kemungkinan kontak/ penularan dengan peternakan tertular dan penyebaran penyakit (Dwicipto, 2010) .

Biosecurity merupakan tindakan perlindungan terhadap ternak dari berbagai bibit penyakit (bakteri dan virus) melalui pengamanan terhadap lingkungannya dan orang atau individu yang terlibat dalam siklus pemeliharaan yang dimaksud. Tujuannya yaitu supaya bibit penyakit (bakteri dan virus) yang terbawa dari luar tidak menyebar dan menginfeksi ternak. Tindakan biosecurity meliputi :

  1. Lokasi peternakan harus terbebas dari gangguan binatang liar yang dapat merugikan.
  2. Melakukan desinfeksi dan penyemprotan insektisida terhadap serangga, lalat, nyamuk, kumbang, belalang disetiap kandang secara berkala.
  3. Setiap kendaraan yang akan masuk ke areal peternakan harus melewati bak biosecurity dan disemprot, yang mana cairan yang digunakan adalah cairan desinfektan (lysol).
  4. Setiap petugas yang akan masuk ke kandang diharuskan mencelupkan sepatu boot ke dalam bak biosecurity yaitu wadah berisi desinfektan yang sudah disediakan.
  5. Segera mengeluarkan ternak yang mati untuk diotopsi lalu dikubur atau dimusnahkan.
  6. Selain petugas dilarang memasuki areal kandang.
  7. Membatasi kendaraan yang masuk ke areal kandang.
  8. Meyediakan kendaraan khusus bagi tamu yang berkunjung, contohnya seperti kereta biosecurity.
  9. Untuk aktivitas di dalam laboratorium harus menggunakan pakaian khusus berupa jas dan alas kaki khusus untuk laboratorium

sumber :

Pixel Survival World – Online Action Survival Game 92 Apk + Mod