Kode etik federasi wartawan internasional

 Kode etik federasi wartawan internasional

Kode etik federasi wartawan internasional diterima cleh Kongres Sedunia Federasi Wartawan intemasional ke-2 di Bordeux Prancis pada tanggal 25-28 April l945 dan diamandemenkan oleh Kongres Sedunia Federasi Wartawan Internasional ke-18 di Helsingor pada tanggal 2 – 6 Juni 1986. Kode etik federasi wartawan Internasional sebagai berikut;

  1. Menghormati kebenaran dan hak masyarakat akan kebeneran merupakan kewajiban utama seorang wartawan.
  2. Dalam melaksanakan kewajiban ini, wartawan senantiasa harus membela prinsip-prinsip kebebasan dan pengumpulan publikasi berita secara jujur dan hak atas komentar serta kritik yang adil.
  3.  Wartawan hendaknya memberi laporan yang sesuai dengan fakta-fakta yang is ketahui sumbernya. Wartawan bendaknya tidak menahan/menyembunyikan informasi yang penting atau memalsukan dokumen.
  4. Wartawan hendaknya menggunakan cara yang wajar/pantas dalam memperoleh berita. foto, dan dokumen.
  5. Wartawan hendaknya berusaha sedapat mungkin meralat setiap pemberitaan yang telah dipublikasikan yang ternyata tidak benar dan sangat merugikan orang lain.
  6. Wartawan hendaknya mengakui kerahasiaan professional berkenaan dengan sumber berita yang didapatkan karena kepercayaan.
  7. Wartawan hendaknya sadar akan bahaya diskriminasi yang dikarenakan oleh media dan sedapat mungkin menghindari tindakan melakukan diskriminasi yang didasarkan pada ras, jenis kelamin, orientasi seksual, bahasa, agama, pendapat politik atau pendapat lainnya setta asal usul kebangsaannya atau sosialnya.
  8. Wartawan handaknya menganggap pelangaran-pelangaran profesi bersifat berat dalam hal-hal berikut ini:
  9. Penjiplakan /plagiat
  10. Salah satu penulisan/ pemberitaan secara sengaja
  11. Suap dalam bentuk apapun, baik untuk mempertimbangkn pemuatan berita ataupun menyembunyikan fakta.
  12. Wartawan yang behak menyandang gelar tersebut hendaknya dengan setia menaati prinsip-prinsip tersebut di alas dalam menjalankan tugasnya. Dalam ketentuan umum di setiap negara, wartawan hendaknya hanya mengakui yurisiksi rekan sekerja dalam masalah profesi dan menolak setiap bentuk campur tangan pemerintah ataupun pihak lain.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/