Kedudukan Hadist Dalam Ilmu Ke Islaman Lain

Kedudukan Hadist Dalam Ilmu Ke Islaman Lain

Al-Hadist adalah sumebr pengetahuan Islam yang kedua setelah Al-Qur’an. Dasar pemikiran tersebut tertumpu pada berbagai alsan anatara lain :

a.Penegasan Alloh tentang perintah mentaati rosul secara penuh

b.Kedudukan Hadist sebagai wahyu Idhofy

c.Para Shahabat sepakat menjadikan  hadist sebagai nara sumber dalam menetapkan fatwa atau Ijtihad, dan pelaksanaan qodho diantara mereka.

Dari segi kaitan Fungsinya terhadap Al-Qur’an hadist dapat ditetapkan :

a.Sebagai Mubayyin (penjelas) terhadap apa yang secara umum telah diungkapkan dalam Al-Qur’an. Sebagaimana hadist tentang cara melakukan sholat dan Manasik Hajji.

b.Dalam berbagai hal yang Al-Qur’an telah memberikan keterangan baik secara rinci maupun secara Ijma’, hasit merupakan sumber Hukum yang berdiri sendiri

  1. Hadist sebagai dasar hukum melakukan Ijtihad

G . Unsur-Unsur Hadist

Ada beberapa unsur-unsur yang terdapat dalam hadits diantaranya yaitu :

  1. Rowi yaitu orang yang menyampiakan menuliskan suatu kitab apa-apa yang pernah didengar dan diterimanya dari seorang gurunya.
  2. Matnu’l Hadits yaitu pembicaraan (kalam) atau materi berita yang di over oleh sanad yang terakhir, baik pembicaraan itu sabda Rosululloh saw. sahabat ataupun tabi’in.
  3. Sanad yaitu jalan yang dapat menghubungkan materi hadits kepada Junjungan kita Nabi Muhammad saw.

sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/