Jenis dan Kriteria Pendidikan Life Skill

Jenis dan Kriteria Pendidikan Life Skill

Life skill pada dasarnya merupakan interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki oleh seseorang sehingga ia dapat hidup mandiri. Kecakapan hidup (life skill) adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan, kemudian secara proaktif dan kreatif, mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya.

Pengertian kecakapan hidup lebih luas dari keterampilan vokasional atau keterampilan untuk bekerja.  Orang yang tidak bekerja, misalnya ibu rumah tangga atau orang yang sudah pensiun, tetap memerlukan kecakapan hidup. Seperti halnya orang yang bekerja, mereka juga menghadapi berbagai masalah yang harus dipecahkan.  Orang yang sedang menempuh pendidikan pun memerlukan kecakapan hidupkarena mereka tentu juga memiliki permasalahannya sendiri. Bukankah dalam hidup ini, di manapun dan kapanpun, orang selalu menemui masalah yang memerlukan pemecahan. Kecakapan hidup dapat dipilah menjadi dua jenis dan kriteria utama, yaitu:

  1. Kecakapan hidup yang bersifat generik (generic life skill/GLS), yang mencakup kecakapan personal (personal skill/PS) dan kecakapan sosial (social skill/SS).  Kecakapan personal mencakup kecakapan akan kesadaran diri atau memahami diri (self awareness) dan kecakapan berpikir (thinking skill), sedangkan kecakapan sosial mencakup kecakapan berkomunikasi (communication skill) dan kecakapan bekerjasama (collaboration skill).
  2. Kecakapan hidup spesifik (specific life skill/SLS), yaitu kecakapan untuk menghadapi pekerjaan atau keadaan tertentu, yang mencakup kecakapan akademik (academic skill) atau kecakapan intelektual dan kecakapan vokasional (vocational skill).  Kecakapan akademik terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan pemikiran, sehingga mencakup kecakapan mengidentifikasi variabel dan hubungan antara satu dengan lainnya (identifying variables and describing relationship among them),  kecakapan merumuskan hipotesis (constructing hypotheses), dan kecakapan merancang dan melaksanakan penelitian (designing and implementing a research).  Kecakapan vokasional terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan keterampilan motorik. Kecakapan vokasional mencakup kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill)  dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill).

Menurut para pakar maupun badan/lembaga yang memiliki otoritas di bidang pendidikan, pelatihan dan kesehatan, mengemukakan jenis-jenis dan kriteria pendidikan life skill sebagai berikut:

  1. Menurut Isjoni

Dalam pedoman penyelenggaraan program kecakapan hidup pendidikan non formal Isjoni mengelompokkan pendidikan life skill menjadi tiga kelompok, yaitu:

  1. Kecakapan hidup sehari-hari (daily living skill), antara lain meliputi; pengelolaan kebutuhan pribadi, pengelolaan keuangan kepribadian, pengelolaan rumah pribadi, kesadaran kesehatan, pengelolaan pakaian, kesadaran pribadi sebagai warga negara, pengelolaan waktu luang, rekreasi dan kesadaran lingkungan.
  2. Kecakapan hidup sosial/pribadi (personal/social skilli) antara lain meliputi; kesadaran diri (minat, bakat, sikap, kecakapan), percaya diri, komunikasi dengan orang lain, tenggang rasa dan kepedulian pada sesama, hubungan antar personal, pemahaman dan pemecahan masalah, menemukan dan mengembangkan kebiasaan positif, kemandirian dan kepemimpinan.
  3. Kecakapan hidup bekerja (occupational skill), meliputi: kecakapan memilih pekerjaan,  perencanaan kerja, persiapan keterampilan kerja, latihan keterampilan, penguasaan kompetensi, menjalankan teknologi, merancang dan melaksanakan proses pekerjaan, dan menghasilkan produk barang dan jasa.[10]
  4. Departemen Agama Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam mengelompokkan life skill secara operasional ke dalam 4 jenis yaitu:

POS-POS TERBARU