Isu-Isu Etik dalam Konseling

Isu-Isu Etik dalam Konseling

 Isu-Isu Etik dalam Konseling

 Isu-Isu Etik dalam Konseling

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia isu adalah

masalah yang di kedepankan (untuk ditanggapi dan sebagainya). Menurut penulis bahwa peristiwa atau kejadian yang dapat diperkirakan terjadi atau tidak terjadi pada masa mendatang.

Sedangkan etik adalah  berasal dari bahasa Yunani Ethos yang berarti ”hati nurani” atau  “perilaku yang pantas (yang diharapkan)”.”Ethos” berarti timbul dari kebiasaan adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.

Dapat penulis simpulkan bahwa isu etik adalah masalah yang dikedepankan untuk mengatasi kejadian atau peristiwa mendatang sesuai dengan standar dan penilain moral.

Beberapa isu etik dalam konseling telah dibicarakan pakar konseling seperti.Tiga masalah etik yang dikemukakan oleh Gerald Corey, yaitu:

  1. Tanggung jawab terapis,
  2. Kerahasiaan
  3. Pengaruh kepribadian dan kebutuhan-kebutuhan terapis/konselor.

Cavanagh menuliskan  empat isu etik yang harus diperhatikankonselor yaitu:

  1. Tanggung jawab etik profesional
  2. Kerahasiaan
  3. Memberi informasi
  4. Pengaruh konselor

Corey, menuliskan tiga masalah etik lainnya,

  1. Kompetensi terapis,

Sebagai prinsip etika, para terapis diharapkan menyadari batas-batas kompetensinya serta pembatasan-pembatasan pribadi dan profesinya. Para terapis yang etis tidak menggunakan diagnostika atau prosedur-prosedur treatment yang berada di luar lingkup latihan mereka.

  1. Hubungan terapis,
  2. Nilai-nilai dan filsafat hidup terapis/konselor.

Gladding Ia menuliskan sebelas tingkah laku tidak etis yang paling sering terjadi dalam konseling (ACA, 2005; Herlihy & Corey, 2006):

1)      Pelanggaran kepercayaan

2)      Melampaui tingkat kompetensi profesional

3)      Kelalaian dalam praktik

4)      Mengklaim keahlian yang tidak dimiliki

5)      Memaksakan nilai-nilai konselor pada konseli

6)      Membuat konseli bergantung

7)      Melakukan aktivitas seksual dengan konseli

8)      Konflik kepentingan, seperti hubungan ganda yaitu peran konselor bercampur dengan hubungan lainnya, baik hubungan pribadi atau hubungan profesional (Moleski & Kiselica, 2005)

9)      Persetujuan finansial yang kurang jelas seperti mengenakan bayaran tambahan

10)  Pengiklanan yang tidak pantas

11)   Plagiarisme.

Sedangkan Gibson & Mitchell menuliskan isu-isu etik dalam konseling dalam tiga hal yaitu:

  1. a)Kompetensi

Isu etik kompetensi dimulai ketika konselor menerima sebuah posisi sebagai konselor profesional. Konselor harus menentukan, sama seperti pekerja umumnya, apakah ia berkualifikasi sesuai pelatihan yang sudah dijalani, dan apakah pengalamannya sudah tepat untuk mengemban posisi tersebut jika mereka sendiri tidak begitu berminat atau tidak berkualifikasi.

Dalam kerjanya konselor bertanggung jawab secara profesional untuk berpraktik dalam batas-batas kemampuannya. Meskipun kompetensi sering kali sulit ditentukan hitam putihnya, namun pelatihan dan pengalamn dapat menyediakan sebuah garis pedoman yang bermanfaat untuk mengidikasikan apakah mereka berkualifikasi melakukannya atau tidak. Gelar, lisensi dan sertifikat memang dapat memeberitahu taraf kompetensinya kepada publik, namun dalam praktik aktualnya, kita harus menyadari variasi dalam kompetensi diantara praktisi dengan kredensial yang sama.

  1. b)Kerahasiaan Dan Komunikasi Pribadi

Kepercayaan adalah pondasi esensial dalam hubungan konseling, dan yang menjadi pusat bagi pengembangan dan pemeliharaan kepercayaan ini adalah prinsip kerahasiaan. Namun, kewajiban konselor mempertahankan kerahasiaan dalam hubungan mereka dengan klien tidak absolut, karena itu konselor perlu menyadari garis pedoman etik dan hukum yang berlaku.

Kadang konselor harus mengahadapi klien yang terancam hidupnya dalam situasi-situasi yang melibatkan penganiayaan anak, kemungkinan bunuh diri atau ancaman akan di bunuh. Hukum negara mensyaratkan kalau kasus-kasus penganiayaan anak yang dicurigai dilaporkan. Secara legal konselor boleh melanggar kerahasiaan untuk melindungi hidup pihak ketiga. Arthur dan Swanson mengembangkan sejumlah pengecualian sebagai prinsip etik kerahasiaan yang lebih lengkap:

(1)               Klien berbahaya bagi dirinya sendiri atau orang lain.

(2)               Klien meminta pelepasan informasi.

(3)               Perintah pengadilan untuk melepaskan informasi.

(4)               Konselor menerima supervisi klinis yang sistematis.

(5)               Bantuan administrasi untuk memproses informasi dan berkas-berkas terkait dengan klien.

(6)               Konsultasi legal dan klinis dibutuhkan.

(7)               Klien memiliki sejumlah problem dalam kesehatan mental mereka terkait hukum.

(8)               Pihak ketiga hadir di sesi konseling.

(9)               Klien usia dibawah 18 tahun.

(10)           Berbagi informasi intra-lembaga atau intra-institusi sebagai bagian dari proses penanganan.

(11)           Berbagi informasi dengan sistem pengadilan, terkait putusan hukuman.

(12)           Tujuan klien membuka informasi adalah mencari nasihat lebih jauh terkait kasus kriminal.

(13)           Konselor menduga akan terjadi tindak penganiayaan terhadap anak, wanita, individu cacat, minirotas atau pihak lain yang lemah.

  1. c)Hubungan Pribadi Dengan Konseli

Saat menguji hubungan pribadi antara konselor dan klien, organisasi profeisonal telah berusaha mendefenisikan batas-batas etis hubungan profesional. Konselor harus, disemua waktu menghindari pengekploitasian klien untuk perolehan finansial, status sosial, data riset dan motif lain diluar konseling. Konselor harus juga terus menyadari hak-hak asasi klien. Bahkan kendati klien memiliki gangguan mental berat atau tersangka problem etik dan kriminal, konselor tetap harus melakukan praktik berdasarkan kode etik, termasuk hak klien untuk berpartipasi dalam pengambilan keputusan terkait penanganan, penggunaan, penggunaan tes psikologis, dan partipasi apapun di dalam riset yang menggunakan data pribadinya.


Sumber: https://rajasatour.id/torchlight-apk/