Indikator Pembangunan Berkelanjutan

Indikator Pembangunan Berkelanjutan

Indikator Pembangunan Berkelanjutan

Indikator Pembangunan Berkelanjutan
Indikator Pembangunan Berkelanjutan

Untuk mengetahui sejauh mana diimplementasikannya

konsep pembangunan berkelanjutan dapat dilihat dari terpenuhi atau tidaknya indikator yang telah ditetapkan. Indikator ini berisi sejumlah informasi penting yang dimaksudkan untuk menyederhanakan suatu sistem yang kompleks agar lebih mudah dipahami.

 

 Indikator ini membantu untuk mendapatkan gambaran

suatu keadaan yang dapat dijadikan satu acuan evaluasi dan penilaian. Sering pula indikator menjadi sebuah sinyal jika suatu keadaan telah mencapai satu titik ekstrim, misalnya baku mutu lingkungan.

 

Penerapan pembangunan berkelanjutan yang kompleks

dapat disederhanakan dengan penggunaan sejumlah indikator yang tepat. Ketepatan indikator yang dipilih menentukan pada penilaian akhir karena indicator bersifat spesifik untuk masing-masing kondisi. Pemilihan banyaknya indikator pun perlu diperhitungkan karena jika terlalu banyak tidak saja akan memakan biaya dan waktu yang banyak, tetapi juga dapat mengaburkan fokus yang ingin dicapai. Sebaliknya bila terlalu sedikit, dirasakan adanya kelemahan, bahkan kekeliruan dalam menerjemahkan keadaan. Karena itu penetapan sekumpulan indikator yang tepat untukmenggambarkan pembangunan berkelanjutan menjadi satu tugas yang sulit.

Indikator diterapkannya konsep pembangunan berkelanjutan dalam penataan ruang dapat dibagi sesuai dengan tiga aspek yang ingin dicapainya, yaitu ekonomi,

Sosial-budaya dan lingkungan hidup dengan beberapa contoh sebagai berikut:

  1. Indikator Ekonomi: PDB/PDRB, pendapatan perkapita, volume ekspor-impor, dan lain-lain secara stabil serta kemajuan sektor kegiatan ekonomi yang telah ada sekaligus tumbuhnya sektor kegiatan baru yang mendukung perekonomian nasional.
  2. Indikator Sosial Budaya: kualitas sumberdaya manusia, angka harapan hidup, intensitas kegiatan budaya; tingkat kebergantungan penduduk (desa-kota, nonproduktif-produktif, jumlah pengangguran, dan lainlain).
  3. Indikator Lingkungan Hidup:standardisasi kualitas air, udara, tanah; perubahan suhu udara, tingkat permukaan air tanah, intrusi air laut, frekuensi bencana, dan lain-lain.
  4. Sumber : https://www.dosenpendidikan.com/