Gempa Tsunami di Pangandaran

Gempa Tsunami di Pangandaran

Gempa Tsunami di Pangandaran

Gempa Tsunami di Pangandaran
Gempa Tsunami di Pangandaran

Masalah yang Dihadapi Masyarakat Setelah Terjadinya Gempa dan Tsunami di Pangandaran

Dengan adanya tempat wisata di Pangandaran sangat menguntungkan bagi masyarakat, tidak hanya penduduk sekitar tetapi juga penduduk yang merupakan mendatang dari luar daerah Pangandaran. Hampir semua atau rata-rata penduduk Pantai Pangandaran bermata pencaharian sebagai pedagang ataupun nelayan, karena Pantai Pangandaran adalah salah satu objek wisata yang cukup banyak digemari oleh pengunjung dari dalam negeri di berbagai daerah maupun luar negeri. Oleh karena itu, peluang untuk berdagang sangatlah besar, hampir setiap musim libur Pantai Pangandaran tidak pernah sepi dari pengunjung. Dan hampir setiap musim libur itu pula para pengunjung mendapatkan keuntungan dari hasilnya berdagang.
Karena penduduk Pantai Pangandaran bermukim atau tinggal di salah satu objek wisata yang banyak diminati oleh pengunjung oleh karena peluang untuk mencari pekerjaan sangatlah banyak, mulai dari berdagang asongan, pakaian, aksesoris makanan dll.

Dan juga mereka menyediakan tempat penginapan hotel dan motel. Keuntungan yang didapatkan sangatlah menguntungkan bagi para pedagang yang berdagang. Biasanya para pedagang mengadakan barangnya tidak hanya diam di tempat tetapi menjualnya ke daerah-daerah lain, biasanya yang banyak dikirimkan adalah makanan khas pangandaran yaitu asin dan terasi udang, dan juga aksesoris seperti gantungan kunci, gantungan hp, dll. Dan biasanya mereka menjala ikan ke tengah laut, tetapi Pantai Pangandaran jarang lengah atau jarang sepi dari para pengunjung. Dengan adanya pantai tersebut perekonomian masyarakat Pangandaran meningkat, Pantai sebagai salah satu mata pencaharian terbesar mereka, jadi tidak salah jika masyarakat sangat menjaga pantai tersebut.

Namun, karena adanya gempa dan tsunami yang mengguncang Pangandaran 17 Juli 2006 lalu tersebut, mata pencaharian masyarakatnya pun hilang. Banyak toko-toko, wisma, hotel, dan tempat penginapan yang diluluh lantahkan oleh getaran dan ombak yang dahsyat. Dan akhirnya yang sempat meningkat, kini menjadi turun atau terhambat. Hal itu sangat berdampak negative bagi kesejahteraan masyrakat setempat.

Selain itu, masyarakat pendatang menjadi tidak dapat menikmati keindahan pantai karena pantai yang semula berair jernih, bersih dan nyaman kini penuh dengan bongkahan sisa bangunan dan sampah-sampah yang berceceran. Para nelayan untuk sementara waktu juga tidak dapat melaut, karena kapal mereka rusak, serta takut bila sewaktu-waktu akan terjadi gempa dan tsunami susulan.

Baca Juga: