Fungsi Kerangka Karangan

Fungsi Kerangka Karangan

  1. Memperlihatkan pokok bahasan, sub bahasan
  2. Mencegah pembaheasan keluar dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topik, judul kalimat, dan tujuan karangan
  3. Memudahkan penyusunan karangan sehingga menjadi lebih baik dan teratur
  4. Memudahkan penempatan antara pembagian karangan yang penting dengan karangan yang kurang penting
  5. Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan
  6. Membantu pengumpulan sumber-sumber yang diperlukan
  7. Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik
  8. Pengungkapan maksudnya harus jelas.
  9. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.
  10. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.
  11. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten.
  12. Macam-Macam Kerangka Karangan
  13. Berdasarkan perincian.
  14. Kerangka karangan sederhana/sementara  (non-formal) Merupakan suatu alat bantu, sebuah penuntun bagi suatu tulisan yang terarah.yang terdiri dari tesis dan pokok-pokok utama.
  15. Kerangka karangan formal. Kerangka karangan yang timbul dari pertimbangan bahwa topik yang akan di garap bersifat sangat komplek atau suatu topik yang sederhana tetapi penulis tidak bermaksud untuk segera menggarapnya.
  16. Berdasarkan perumusan teks.
  17. Kerangka kalimat.

Menggunakan kalimat deklaratif yang lengkap untuk merumuskan setiap topik, sub topik. Misalnya :

1). Pendahuluan

2). Latar belakang

3). Rumusan masalah

4). Tujuan.

Manfaat menggunakan kerangka kalimat :

1-      Memaksa penulis untuk merumuskan topik yang akan diuraikan.

2-      Perumusan topik-topik akan tetap jelas.

3-      Kalimat yang dirumuskan dengan baik dan cermat akan jelas bagi siapapun, seperti bagi pengarangnya sendiri.

  1. Kerangka topik

Kerangka topik dimulai dengan perumusan tesis dalam sebuah kalimat yang lengkap dan menggunakan kata atau frase. Kerangka lebih baik manfaatnya dari kerangka topik, tetapi kelebihan kerangka topik adalah lebih jelas merumuskan hubungan-hubungan kepentingan antar gagasan.

  1. Langkah-langkah menyusun karangan satu per satu:
  2. Menentukan tema dan judul

Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Judul adalah kepala karangan. Misalkan tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.

  1. Mengumpulkan bahan

Bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan, banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara masing – masing sesuai juga dengan tujuan tulisannya.

  1. Menyeleksi bahan

Agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.

Berikut ini petunjuk – petunjuknya :

  1. Catat hal penting semampunya.
  2. Jadikan membaca sebagai kebutuhan.
  3. Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah.
  4. Membuat kerangka

Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur. Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.

Berikut fungsi kerangka karangan :

  1. Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
  2. Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan
  3. Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting

Tahapan dalam menyusun kerangka karangan

  1. Mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan-gagasan yang timbul).
  2. Mengatur urutan gagasan.
  3. Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab.
  4. Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap

Kerangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis karena bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir).

  1. Mengembangkan kerangka karangan

Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan terhadap materi yang hendak ditulis. jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata.

  1. Contoh Kerangka Karangan

Topik        : Banjir.

Tujuan      : Untuk mengetahui penyebab dan dampak banjir.

Tema        : Banjir di Indonesia.

  1. Banjir yang terjadi di Indonesia

1.1.Banjir di Pulau Jawa

1.1.1.      Banjir di DKI Jakarta

1.1.2.      Banjir di Surabaya

1.2.Banjir di luar Pulau Jawa

1.2.1.      Banjir di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam

1.2.2.      Banjir di Papua

  1. Penyebab Banjir di Indonesia

2.1.Faktor Alam

2.1.1.      Cuaca yang Extrim

2.1.2.      Banjir Kiriman

2.2. Kelalaian Manusia

2.2.1.      Penebangan Hutan

2.2.2.      Membuang Sampah Sembarang

2.2.3.      Tanah Resapan Air Berkurang

2.2.4.      Pendangkalan Sungai

  1. Dampak yang timbul akibat Banjir

3.1.Timbulnya Penyakit

3.2.Mematikan Usaha

3.3.Kerugian Administrasi

3.4.Kembali ke Titik Nol

  1. Menanggulangi Dampak Banjir

4.1.Penjagaan Area Resapan Air

4.2.Proyek Pengerukan Sungai

4.3.Reboisasi Hutan Gundul

sumber :

The Last Commando II 3.0 Apk + Mod for android