Dasar dan Tujuan Pendidikan Life Skill Bagi Subjek Didik.

Dasar dan Tujuan Pendidikan Life Skill Bagi Subjek Didik.

Pendidikan kecakapan hidup (life skill) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menentukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.[1]

  1. Dasar pendidikan life skill bagi subjek didik

Ketika membahas life skill atau dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kecakapan hidup, maka pertama-tama yang perlu dipahami adalah kapan dan mengapa muncul istilah life skill dan apa yang dimaksud dengan life skill itu. Berpijak dari pernyataan-pernyataan tersebut uraian konsep dasar life skill ini diawali dengan kondisi-kondisi bangsa Indonesia terutama dunia pendidikan yang memunculkan kebijakan pendidikan life skils.

Dalam memasuki abad ke 21, dunia pendidikan di Indonesia menghadapi tiga tantangan besar;

  1. Sebagai akibat dari krisis ekonomi, dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai.
  2. Untuk mengantisipasi era globalisasi, dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar kerja global.
  3. Sejalan dengan diberlakukannya otonomi daerah, perlu dilakukan perubahan dan penyesuaian sistem pendidikan nasional, sehingga dapat mewujudkan proses pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keragaman kebutuhan/keadaan daerah dan peserta didik, serta mendorong partisipasi masyarakat.[2]

Menurut Ijoni, salah satu pertimbangan yang mendasari diterapkannya pendidikan berorientasi kecakapan hidup (life skills) adalah adanya kenyataan bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Sementara itu di lain pihak, pendidikan diarahkan untuk mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untuk menghadapi perannya dimasa datang, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada bidan akademik dan vokasional saja, melainkan harus dapat memberi bekal “learning how to learn”.[3]

Sumber :

https://fgth.uk/