Dampak Kelangkaan Sumber Daya Alam Terhadap Ekonomi

Dampak Kelangkaan Sumber Daya Alam Terhadap Ekonomi

Dampak Kelangkaan Sumber Daya Alam Terhadap Ekonomi

Dampak Kelangkaan Sumber Daya Alam Terhadap Ekonomi

  • Tingkat produksi menurun

Di dalam sistem produksi alam sebagai input produksi semakin besar sumberdaya alam maka akan berpengaruh pula pada cadangan / bahan mentah yang akan di produksi . Dengan adanya kelangkaan maka tingkat produksipun akan menurun pula. Di karnakan bahan baku yang akan di produksi terbatas / langka.


Betnett dan Morse membuat hipotesisi tentang kelaangkaan sumber daya alam yaitu bahwa sumber daya alam itu semakin langka bila:

  1. Biaya rill persatuan output meningkat terus selama periode pengambilan.
  2. Biaya Komoditi yaitu di ambil relative lebih tinggi dari pada biaya produksi komoditi lain.
  3. Harga komoditi yang di ambil relatife lebih tinggi dari pada harga komoditi lain.

Ada juga beberapa alasan mengapa sumber daya alam tidak menjadi semakin langka:

  1. Karena adanya barang substitusi bagi sumberdaya alam yang terus-menerus diambil dan semakin semakin sedikit jumlahnya, dengan sumberdaya alam yang masih berlimpah adanya. Sebagai contoh adalah alumunium menggantikan copper, biji-bijian menggantikan menggantikan daging, plastik menggantikan kulit, dan serat sintesis menggantikan serat alami.
  2. Karena adanya penemuan baru dengan dipakainya metode eksplorasi baru, seperti metode geofisik, geokemis dan satelit.
  3. Karena adanya peningkatan dalam impor mineral dan metal dari Negara lain. Dengan adanya perbaikan di bidang transportasi telah memungkinkan daerah-daerah yang jauh dari lokasi sumberdaya alam mampu bersaing secara ekonomis
  4. Karena ada peningkatan pengetahuan teknik yang berguna bagi eksplorasi. Pengambilan dan pengangkutan sumberdaya alam, sehingga produksi dapat bersifat besar-besaran dan biaya produksi persatuan dapat ditekan.
  5. Adanya kemungkinan daur ulang (recycling). Sebagai misal konsumsi Amerika serikat yang berasal dari barang bekas adalah: besi 37%, tembaga 20%, alumunium 10%, nikel 35%.

  • Menurunnya pendapatan masyarakat

Dengan adanya tingkat produksi menurun maka tidak menutup kemungkinan terjadinya PHK terhadap tenaga kerja di karenakan perusahaan tidak lagi memproduksi banyak, sehingga bila produksi sedikit tetapi tenaga kerjanya banyak itu hanya akan membuat kerugian terhadap perusahaan. Sehingga bila PHK terjadi otomatis banyak pengangguran atau dengan kata lain pendapatan masyarkat menurun.


  • Meningkatnya harga barang

Dalam hal ini sangat lah jelas, bahwa kelangkaan sumber daya alam yang telah berpengaruh terhadap sistem produksi yang menurun, secara otomatis harga barang yang sudah di produksi, atau yang masih tersedia harganya meningkat atau mahal di karenakan permintaan lebih besar dari pada tingkat produksinya.


Kelangkaan sumberdaya alam dapat dilihat dari harga barang sumberdaya yang semakin meningkat maupun dilihat dari “royality” atau “rent”. Rent adalah harga bayangan satu satuan barang sumberdaya dalam persediaan (stock). Bila seseorang tertarik pada “kelangkaan” maka “rent” lebih tepat sebagai alat pengukurnya. Namun bila seseorang berniat untuk mengetahui banyaknya pengorbanan dalam memperoleh barang sumberdaya alam, maka harga lebih tepat sebagai indikatornyakarena harga sudah mencakup biaya produksi dan rent.


Baca Juga :