Contoh Pantun Agama, Jenaka. Percintaan, Berbalas Dan Pantun Sekolahku

Contoh Pantun Agama, Jenaka. Percintaan, Berbalas Dan Pantun Sekolahku

Contoh Pantun Agama, Jenaka Percintaan, Berbalas Dan Pantun Sekolahku

Contoh Pantun Agama, Jenaka. Percintaan, Berbalas Dan Pantun Sekolahku
Contoh Pantun Agama, Jenaka. Percintaan, Berbalas Dan Pantun Sekolahku

Pantun Agama

Pantun agama yaitu sebuah pantun yang mencakupkan petuah-petuah keagamaan. Pantun agama mencakupkan ihwal ajaran-ajaran hidup. Seperti teladan dibawah ini :

Banyak bulan banyak perkara
Tidak tiruanlia bulan puasa
Banyak yang kuasa masalah tuhan
Tidak tiruanlia yang kuasa yang Esa

Badan gerah teriak rinang
Semua keringat berjatuhan
Bulan puasa sudah hadir
Saatnya kita menanam amal

Pantun jenaka

Pantun jenaka yaitu pantun yang bertujuan untuk menghibur orang, terkadang disajikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menjadikan rasa tersinggung, dan dengan pantun jenaka dibutuhkan suasana menjadi semakin riang. Berikut contohnya :

Orang sesak pergi ke Bali
Membawa pelita tiruananya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa sibuta melihatnya

Orang renta sedang menganyam
Pasti ulet hingga riang
Orang tidak bahagia senyum
Pasti giginya sudah ompong

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

Pantun percintaan

Pantun percintaan yaitu pantun yang melaksanakan ihwal dunia percintaan, contohnya ungkapan rasa rindu,rasa akung dan sebagainya. Berikut contohnya :

Coba-coba menanam kumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba- coba bertanam akung
Moga-moga tumbuh cinta

Itik berenang
Akan ketepi pulau
Ibuku akung
Aku rindu padamu

Pantun berbalas

Berbalas pantun ialah khazanah tradisi ekspresi budaya Melayu, dimana dua pihak atau lebih saling melemparkan pantun (jual – beli) yang mengandung isi atau maksud tujuan tertentu. Berikut contohnya :

Biarkan silam saja
Jiwaku yang tidak tepat
Wahai kakakku disana
Sudihkah abang sholat

Kau cantikā€¦
Penuh dengan semangat
Aku disini adik
Sudah sholat

Angin tak tampak
Sama saja tidak ada
Aduhai nona elok
Boleh tau dari mana

Malu adinda
Sampai melayang
Makasih pujiannya
Saya dari warung

Malam penuh jenuh
Pandai menusuk cemas
Matamu sangatlah indah
Pasti namamu sangat bagus

Jangan tinggal bertahan
Jika belum mampu
Jangan bertingkah berlebihan
Jika gerangan belum tau

Pantun sekolahku

Aku adaAku cemas
Siswa smasa
Pasti pintar

Nonton televisi
Enaknya sambil tertawa
Ber adat dan berprestasi
Adalah sesama smansa

Sapa dengan senyuman
Selalu indah dimata
Sopan dan santun
Smansa yang punya

Didaerah ini
Ramah penduduknya
Disiplin dan berani
Smansa jagonya

Sampai kepegunungan tinggi
Cari keindahan dimata
Solidaritas tinggi
Cirri khas siswa smansa