Cara Masbuk Yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah Saw

Cara Masbuk Yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah Saw

Cara Masbuk Yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah Saw

 

Cara Masbuk Yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah Saw
Cara Masbuk Yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah Saw

Teknik Masbuk Yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Perlu diketahui sesungguhnya masih banyak diantara saudara kita sesama muslim yang belom mengerti dan memahami yang namanya masbuk. Makmum masbuq yaitu makmum yang terlambat satu raka’at atau lebih bersama imam disaat sholat berjama’ah. Raka’at disini yaitu adalah hingga ruku’, jadi bila ada seorang makmum terlambat ruku’ bersama imam dalam raka’at pertama dikala sholat berjama’ah maka ia di sebut makmum masbuk.Olehnya itu untuk mengetahui bagaimana cara masbuk, diberikut ini klarifikasi lebih rinci tata cara masbuk yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.

1. Masuk dan Bergabung dengan jamaah lain mengikuti imam dalam posisi apapun

Jika makmum terlambat hadir ke masjid dan imam sudah dalam posisi rukuk, sujud, atau julus (duduk tasyahud), maka ia harus melaksanakan takbiratul ihram (dengan berdiri) untuk mulai salat, kemudian mengucapkan takbir (Allahu Akbar) lagi untuk kemudian mengikuti posisi imam.
Apabila seseorang yang hendak salat memasuki masjid dan mendapati salat sudah ditegakkan, maka hendaknya ia eksklusif bergabung mengikuti imam dalam posisi apapun, baik sedang rukuk, sujud, duduk atau berdiri.
Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya yang berbunyi :
إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الصَّلَاةَ وَالْإِمَامُ عَلَى حَالٍ فَلْيَصْنَعْ كَمَا يَصْنَعُ الْإِمَامُ
“Jika seseorang diantara kalian pergi ke masjid untuk salat berjemaah kemudian kalian mendapati imam sedang melaksanakan suatu gerakan dalam salat, hendaknya ia eksklusif mengikuti gerakan imam,” (HR Tirmizi ).

2. Terhitung satu rekaat bila mendapat rukuk

Apabila seorang makmun terlambat hadir dan sholat sudah didirikan kemudian ia mendapati imam dalam keadaan sedang rukuk, maka makmum melaksanakan takbiratul ihram kemudian ia ikut rukuk bersama imam sebelum imam bangun dari rukuknya. Maka sudah terhitung satu raakat. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah saw :
إِذَا جِئْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ وَنَحْنُ سُجُودٌ فَاسْجُدُوا وَلَا تَعُدُّوهَا شَيْئًا وَمَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ
“Jika kalian hadir untuk menunaikan salat, sedangkan kami dalam keadaan sujud, maka ikutlah bersujud, dan tidakbolehlah kalian menghitungnya satu raka’at, dan barangsiapa mendapat ruku’, berarti ia sudah mendapat salat (satu raka’at -pent),” (HR Abu Dawud).

3. Menyempurnakan rekaat yang tertinggal setelah imam salam

Jika Salah seorang makmum terlambat dalam sholat berjamaah dan ketinggalan beberapa rakaat, apa satu atau dua rakaat, maka apabila imam mengucapkan salam, makmum dihentikan mengikuti imam ikut salam akan tetapi lansung berdiri menyempurnakan rakaatnya, apabila ketinggalan satu rakaat maka cukup satu rakaat dan lansung tahiyat simpulan dan salam, tetapi apabila mendapati dua rakaat, caranya setelah imam salam makmum lansung berdiri ambil rakat pertama tanpa tahiyat, nanti rakat kedua gres tahiyat dan salam hal ini dilakukan kalau sholat yang empat rakaat. Akan tetapi apabila ketinggalan 2 rakaat pada sholat magrib, setelah imam salam, makmum lansung berdiri ambil 2 rakaat, rakat pertama tetap tahiyat dan nanti rakat kedua setelah tahiyat gres makmum salam.
Dalam hal penyempurnaan rakat tersebut, Rasulullah saw bersabda :

فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا
“Ikutlah salat pada bab yang masih kalian dapati, dan adapun yang sudah terlewat, maka sempurnakanlah,” (H.R.Ahmad).

Baca Juga: