AndongGrab Cara Kemenpar dan Grab lestarikan Transportasi Lokal

AndongGrab Cara Kemenpar dan Grab lestarikan Transportasi Lokal

AndongGrab Cara Kemenpar dan Grab lestarikan Transportasi Lokal

AndongGrab Cara Kemenpar dan Grab lestarikan Transportasi Lokal
AndongGrab Cara Kemenpar dan Grab lestarikan Transportasi Lokal

Setelah sebelumnya mengenalkan GrabBajay di Jakarta, serta GrabBetor di Medan

, dan GrabBentor di Gorontalo, Grab menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar), memberdayakan transportasi lokal Andong untuk tarik wisatawan ke Yogyakarta.

Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan, peluncuran GrabAndong merupakan bentuk dukungan Grab untuk melestarikan ragam kekayaan tradisi dan juga budaya Yogyakarta kepada penduduk sekitar maupun wisatawan.

“Kami senang dapat memfasilitasi kebutuhan para wisatawan dan pengguna Grab

yang ingin menjelajahi kawasan Malioboro dengan moda transportasi tradisional yang khas berpadukan dengan dukungan teknologi terkini,” ujar Neneng.

Dikatakan Neneng, melalui fitur GrabAndong, Grab berusaha untuk meningkatkan penghasilan dari mitra GrabAndong melalui peningkatan produktivitas mereka.

Di samping itu, dengan solusi transportasi yang unik dan nyaman, masyarakat di sekitar destinasi wisata juga dapat memperoleh dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan tersebut.

Saat ini, ada 500 andong yang tersebar di Malioboro. Namun, untuk fase GrabAndong pertama

, hanya 26 andong yang terdaftar untuk proyek awal.

“Ke depannya, Grab akan menambah lebih banyak mitra pengemudi, yakni sekitar 200 mitra untuk GrabAndong dalam waktu enam bulan ke depan,”tutur Neneng.

Kehadiran GrabAndong, menurut Neneng, tak lepas dari kerja sama Grab dengan Paguyuban Andong Daerah Istimewa Yogyakarta dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), di mana layanan ini juga didukung penuh oleh Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Baca Juga :