Anatomi dan Fisiologi Mammae (Payudara Wanita)

Anatomi dan Fisiologi Mammae (Payudara Wanita)

Payudara adalah pelengkap organ reproduksi pada wanita dan mengeluarkan air susu. Buah dada terletak dalam fasia superfisialis di daerah antara sternum dan aksila, melebar dari iga kedua sampai iga ketujuh. Bagian tengah terdapat putting susu yang dikelillingi oleh areola mamae yang berwarna cokelat. Dekat dasar putting terdapat kelenjar Montgomeri yang mengeluarkan zat lemak supaya putting tetap lemas. Putting mempunyai lobang ± 15-20 untuk tempat saluran kelenjar susu.

Buah dada terdiri dari bahan-bahan kelenjar susu (jaringan alveolar) tersusun atas lobus-lobus yang saling terpisah oleh jaringan ikat dan jaringan lemak, setiap lobus bermuara ke dalam duktus laktiferus (saluran air susu). Saluran limfe sebagai pleksusu halus dalam ruang interlobular jaringan kelenjar bergabung membentuk saluran lebih besar. (Syaifudin. 2006)

Pada perempuan, perubahan dan perkembangan buah dada terjadi setelah masa remaja atau pubertas karena terdapat penambahan jaringan kelenjar.Seorang wanita mulai menstruasi pertama terjadi sedikit pembesaran buah dada disebabkan pengaruh hormone estrogen dan progesterone yang dihasilkan ovarium, lama-kelamaan buah dada berkembang penuh dan penimbunan lemak menimbulkan pembesaran yang tetap.Pada masa menopause, lama-kelamaan ovarium berhenti berfungsi dan jaringan buah dada mengerut.

Laktasi (pengeluaran air susu) terbagi dalam tahap :

  1. Sekresi air susu. Pada kehamilan minggu ke-16 mulai terjadi sekresi cairan bening dalam salran kelenjar buah dada, yang disebut kolostrum yang kaya protein. Setelah bayi lahir, pengeluaran kolostrum air susu dirangsang oleh hormone prolaktin.
  2. Pengeluaran air susu. Air susu mendapat rangsangan dari bayi supaya keluar secara normal bergantung pada isapan bayi, mekanisme dalam buah dada berkontraksi memeras air susu keluar dari alveoli masuk dalam saluran air susu.

Pada wanita kelenjar mamae mulai berkembang pada permulaan masa pubertas (adolesens) pada umur 11-12 tahun. Kelenjar mamae tumbuh menjadi besar sebelah lateral linea axilaris anterior/media sebelah cranial ruang interkostalis III dan sebelah kaudal ruang interkostalis VII-VIII. Kelenjar mamae terdapat di atas bagian luar fasia torakalis superfisialis di daerah jaringan lemak subkutis kea rah lateral sampai ke linea axilaris media. Medial melewati linea media mencapai kelenjar mamae dari sisi yang lain, kea rah bawah mencapai aksila (lipatan ketiak).

Kelenjar mamae menyebar di sekitar areola mamae dan mempunyai luas antara 15-24. Tiap lobus berbentuk pyramid dengan puncak mengarah ke areola mamae. Masing-masing lobus dibatasi oleh septum yang terdiri dari jaringan fibrosa yang padat, serat jaringan fibrosa yang terbentang dari kulit ke fasia pektoralis yang menyebar diantara jaringan kelenjar. Tiap lobus kelenjar mamae mempunyai saluran keluar yang disebut ductus lactiverus yang bermuara ke papilla mamae, pada daerah areola mamae ductus lactiverus melebar disebut sinus lactiverus. Di daerah terminalis lumen sinus ini mengecil dan bercabang-cabang ke alveoli. Diantara jaringan kelenjar dan jaringan fibrosa ruangannya diisi oleh jaringan lemak yang membentuk postur dari mamae sehingga permukaan mamaeterlihat rata. Bagian dalam kelenjar mamae dapat dipisahkan dengan mudah dari fasia dan kedudukan mamae mudah bergeser.

Pembuluh darah mamae berasal dari a. mamaria interna dan arteri toracalis lateralis. Vena superfifialis mamae mempunyai banyak anastomosa bermuara ke V. mamaria interna dan vena toracalis lateralis. Pembuluh limfe mamae meliputi :

  1. Aliran limfe superfisialis, 75% mengalir ke saluran toracalis lateralis berjalan bersama arteri dan vena di lateral M. pectoralis mayor dan bermuara di N. XI axilaris dan Nn. Supraclavicularis.
  2. Aliran limfe profunda mengalir ke dinding torak menembus M. pectoralis mayor bermuara ke N. XI pektoralis sepanjang arteri dan vena mamaria interna.
  3. Bagian medial aliran limfe subkutan berhubungan antara kedua mamae bermuara ke N. XI supraklavikularis.

Dua faktor yang diatur oleh jormonn dalam proses laktasi:

sumber :
http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/05/31/seva-mobil-bekas/