Analisis Tekstual Lirik Lagu Laskar Pelangi

Analisis Tekstual Lirik Lagu Laskar Pelangi

Analisis Tekstual Lirik Lagu Laskar Pelangi
Analisis Tekstual Lirik Lagu Laskar Pelangi
Lirik lagu Laskar Pelangi adalah salah satu bentuk teks, sehingga lirik lagu tersebut dapat dikaji atau dianalisis secara tekstual. Seperti telah disampaikan sebelumnya, bahwa analisis tekstual adalah analisis suatu wacana secara internal. Artinya, dalam analisis ini, hal yang akan menjadi objek analisis adalah lirik lagu Laskar Pelangi.
Analisis lirik lagu Laskar Pelangi ini meliputi analisis aspek gramatikal dan aspek leksikal.

1. Analisis Aspek Gramatikal

Aspek gramatikal wacana dalam analisis lagu Laskar Pelangi ini hanya meliputi pengacuan (reference), penyulihan (subtitution), pelesapan (ellipsis), dan perangkaian (conjungtion).
a. Pengacuan (reference)
Dalam aspek gramatikal terdapat tiga jenis pengacuan, yakni pengacuan persona, demonstratif, dan komparatif. Dalam analisis lirik lagu Laskar Pelangi ini, hanya terdapat satu jenis pengacuan, yakni pengacuan persona.
Pada lirik lagu Laskar Pelangi terdapat tiga jenis pengacuan persona, yakni pronomina pertama jamak, pronomina kedua tunggal, dan nomina. Pengacuan persona pronomina pertama jamak dapat diperhatikan pada kutipan lirik lagu berikut.
(1) untuk kita menaklukkan dunia {2}
(2) cinta kita di dunia {11,23,dan 27}
(3) tapi cinta lengkapi kita {16}
Penggunaan kata kita pada kutipan (1), (2), dan (3) adalah pronomina persona pertama jamak bentuk bebas. Kata kita pada lirik lagu tersebut juga merupakan pengacuan eksofora karena yang diacu berada di luar teks, yaitu mengacu pada penulis syair lagu dan pendengar lagu.
Pronomina kedua tunggal pada lirik lagu Laskar Pelangi ini ditunjukkan dengan penggunaan engkau dan bentuk terikat lekat –mu dan dapat ditunjukkan pada kutipan lirik berikut.
(4) sampai engkau meraihnya {4}
(5) bebaskan mimpimu di angkasa {6}
Engkau (4) merupakan pronomina persona kedua tunggal bentuk bebas. Pengacuan tersebut termasuk ke dalam jenis pengacuan eksofora karena yang diacu berada di luar teks, yaitu mengacu pada pendengar lagu. Pengacuan yang berbentuk –mu (5) menunjukkan pronomina persona kedua tunggal bentuk terikat. Pengacuan –mu termasuk ke dalam jenis pengacuan eksofora karena yang diacu berada di luar teks, yaitu pendengar lagu.
Pengacuan nomina terlihat pada penggunaan bentuk terikat lekat kanan –nya seperti tampak pada kutipan (6).
(6) sampai engkau meraihnya {4}
Penggunaan kata ganti –nya (6) pada kutipan (6) mengacu pada kata mimpi yang terdapat di lirik lagu paling atas. Pengacuan tersebut termauk ke dalam jenis pengacuan endofora karena yang diacu berada di dalam teks, yaitu kata mimpi.
b. Penyulihan (subtitution)
Dalam lirik lagu Laskar Pelangi terdapat penyulihan. Penyulihan ini terjadi pada kata dunia yang kemudian diganti dengan kata bumi.
(7) cinta kita di dunia {11}
(8) jutaan mimpi di bumi {19}
c. Pelesapan (ellipsis)
Pelesapan atau penghilangan satuan lingual tertentu sering digunakan para pencipta lagu untuk tujuan estetika. Lagu Laskar Pelangi juga memuat lirik-lirik yang mengalami pelesapan. Pelesapan dalam lagu tersebut dapat ditemukan pada kutipan-kutipan berikut.
(9) mimpi adalah Ø kunci {1}
– mimpi adalah sebuah kunci
(10) Ø berlarilah tanpa Ø lelah {3}
– oleh karena itu, berlarilah tanpa rasa lelah
(11) Laskar Pelangi tØakØkan Ø terikat waktu {5,17, dan 30}
– Laskar Pelangi tidak akan pernah terikat waktu
(12) Ø bebaskan Ø mimpimu di angkasa {6}
– oleh karena itu, bebaskan semua mimpimu di angkasa
(13) Ø warnai bintang di jiwa {7}
– dan warnai bintang di jiwa
(14) Ø bersyukurlah pada Ø Yang Ø Kuasa {10,22, dan 26}
– serta bersyukurlah pada Tuhan Yang Maha Kuasa
(15) Ø cinta Ø kita di dunia Ø {11,23, dan 27}
– yang telah menganugerahi cinta pada kita di dunia ini
(16) Ø selamanya {12,28, dan 29}
– untuk selamanya
(17) cinta Ø kepada hidup {13}
– cinta kita kepada hidup
(18) Ø memberikan senyuman abadi {14}
– akan memberikan senyuman abadi
(19) walau Ø hidup kadang tØak adil {15}
– walaupun hidup kadang tidak adil
(20) tapi Ø cinta Ø Ølengkapi Ø kita {16}
– tapi kekuatan cinta mampu melengkapi kehidupan kita
(21) jangan Ø berhenti mewarnai {18}
– jangan pernah berhenti mewarnai
d. Perangkaian (Conjungtion)
Bentuk perangkaian terdapat dalam lirik lagu Laskar Pelangi. Terdapat tiga bentuk perangkaian atau konjungsi, yaitu konjungsi untuk yang menunjukkan perangkaian tujuan, konjungsi walau yang menunjukkan perangkaian konsesif, dan konjungsi tapi yang menggambarkan perangkaian pertentangan. Tiga bentuk konjungsi tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut.
(22) untuk kita menaklukkan dunia {2}
(23) walau dunia tak seindah surga {9, 21, dan 25}
(24) walau hidup kadang tak adil {15}
(25) tapi cinta lengkapi kita {16}