Analisis Aspek Leksikal

Analisis Aspek Leksikal

Analisis Aspek Leksikal

Analisis Aspek Leksikal
Analisis Aspek Leksikal
Aspek leksikal wacana menitikberatkan pada segi makna atau struktur batin sebuah wacana. Aspek leksikal wacana dalam lirik lagu Laskar Pelangi meliputi repetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), kolokasi (sanding kata), hiponimi (hubungan atas bawah), dan antonimi (lawan kata).
a. Repetisi (Pengulangan)
Wacana berupa lagu sering ditemukan bentuk repetisi di dalamnya, terutama repetisi bait atau refren. Pada lagu Laskar Pelangi ditemukan repetisi bait yakni pada larik {8-11} yang diulang pada lagi pada larik {20-23}dan {24-27}. Bait tersebut dapat dilihat sebagai berikut.
(26) menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia
Pengulangan larik pun ditemukan pada lirik lagu tersebut dan dapat dicontohkan sebagai berikut.
(27) Laskar Pelangi takkan terikat waktu {5}
Larik di atas yang berada dikutipan nomor {5} dan diulang lagi pada kutipan {17} dan {30}.
(28) selamanya {12}
Larik di atas berada dikutipan nomor {12} dan diulang lagi pada kutipan {28} dan {29}.
Pengulangan kata pada lirik lagu tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.
(29) mimpi adalah kunci {1}
(30) bebaskan mimpimu di angkasa {6}
(31) jutaan mimpi di bumi {19}
Data tersebut memperlihatkan bahwa kata mimpi diulang-ulang pada beberapa lirik dalam lagu Laskar Pelangi.
(32) untuk kita menaklukkan dunia {2}
(33) walau dunia tak seindah surga {9, 21,dan 25}
(34) cinta kita di dunia {11, 23, dan 27}
Data tersebut memperlihatkan bahwa kata dunia diulang-ulang pada beberapa lirik dalam lagu Laskar Pelangi.
(35) cinta kita di dunia {11, 23, dan 27}
(36) cinta kepada hidup {13}
(37) tapi cinta lengkapi kita {16}
Data tersebut memperlihatkan bahwa kata cinta diulang-ulang pada beberapa lirik dalam lagu Laskar Pelangi.
(38) untuk kita menaklukkan dunia {2}
(39) cinta kita di dunia {11, 23, dan 27}
(40) tapi cinta lengkapi kita {16}
Data tersebut memperlihatkan bahwa kata kita diulang-ulang pada beberapa lirik dalam lagu Laskar Pelangi.
(41) cinta kepada hidup {13}
(42) walau hidup kadang tak adil {15}
Data tersebut memperlihatkan bahwa kata hidup diulang-ulang pada beberapa lirik dalam lagu Laskar Pelangi.
b. Sinonimi (padan kata)
Sinonimi merupakan salah satu aspek leksikal yang mendukung kepduan wacana. Sinonimi berfungsi sebagai penjalin hubungan makna yang sepadan antara satuan lingual tertentu dengan satuan lingual lain dalam wacana.
Lagu Laskar Pelangi memuat dua sinonimi, yakni sinonimi morfem dan sinonimi kata.
(43) sampai engkau meraihnya {4}
(44) bebaskan mimpimu di angkasa {6}
Pada contoh di atas, morfem (bebas) engkau bersinonim dengan morfem (terikat) –mu.
(45) Selamanya {12, 28, dan 29}
(46) memberikan senyuman abadi {14}
Pada contoh di atas, kata selamanya bersinonim dengan kata abadi.
c. Kolokasi (sanding kata)
Kolokasi dalam sebuah wacana berguna untuk mendukung kepaduan wacana. Dalam lagu Laskar Pelangi juga terdapat contoh kolokasi.
(47) bebaskan mimpimu di angkasa {6}
(48) warnai bintang di jiwa {7}
Pada contoh di atas, tampak pemakaian kata angkasa dan bintang. Kedua kata tersebut saling berkolokasi dan mendukung kepaduan lirik lagu.
d. Hiponimi (hubungan atas bawah)
Di dalam lirik lagu Laskar Pelangi juga dapat ditemukan unsur leksikal hiponimi. Contoh penggunaan hiponimi dalam lirik lagu ini dapat diperhatikan pada kutipan berikut.
(49) bebaskan mimpimu di angkasa {6}
(50) walau dunia tak seindah surga {9,21,dan 25}
(51) cinta kita di dunia {11,23, dan 27}
(52) jutaan mimpi di bumi {19}
Pada contoh tersebut, kata dunia menjadi hipernim, sedangkan kata angkasa dan bumi menjadi hiponim karena angkasa dan bumi adalah bagian dari dunia.
e. Antonimi (lawan kata)
Di dalam lirik lagu Laskar Pelangi juga dapat ditemukan unsur antonimi. Contoh penggunaan antonimi dalam lirik lagu ini dapat diperhatikan pada kutipan berikut.
(53) menarilah dan terus tertawa {8, 20, dan 24}
(54) jangan berhenti mewarnai {18}
Pada contoh tersebut, kata terus berantonim dengan kata berhenti . Antonimi dalam kutipan lirik lagu tersebut dapat diklasifikasikan sebagai bentuk oposisi mutlak.